AWS Jadi Kunci Proyeksi Kenaikan Saham Amazon
JAKARTA – Saham Amazon (AMZN) ditutup relatif stabil, melemah tipis 0,15 persen ke level $258,51 pada akhir sesi reguler Bursa Nasdaq hari Jumat, 4 September 2026 waktu New York.
Bursa saham Amerika Serikat tutup pada Senin, 7 September 2026 WIB karena libur Labor Day, sehingga harga yang tercatat merupakan closing price sesi terakhir, bukan harga real-time.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar Amazon tercatat sekitar $2,788 triliun, menjadikannya perusahaan publik terbesar kelima di dunia.
Dibandingkan penutupan sebelumnya di kisaran $258,90, harga saham AMZN melemah tipis 0,15 persen atau setara $0,39 pada sesi perdagangan Jumat, 4 September 2026 waktu New York, sebuah pergerakan yang tergolong nyaris stagnan. Karena bursa AS libur Labor Day hari Senin ini, belum ada sesi perdagangan baru yang terbentuk, sehingga angka tersebut tetap merupakan closing price resmi terakhir menurut data TradingView.
Dengan level harga tersebut, kapitalisasi pasar Amazon tercatat sekitar $2,788 triliun per 5 September 2026 menurut CompaniesMarketCap.com, menempatkannya di peringkat kelima perusahaan publik paling bernilai di dunia. Stabilnya harga saham ini terjadi di tengah optimisme pasar terhadap prospek margin bisnis cloud computing Amazon Web Services (AWS) ke depan.
Menurut laporan 24/7 Wall St. per 13 Agustus 2026, konsensus target harga analis untuk saham Amazon berada di level $325,19, dengan estimasi 24/7 Wall St. sendiri lebih agresif di $353,44, mengindikasikan potensi upside signifikan dari harga saat itu. Yang menarik, dari total 62 analis yang meng-cover saham Amazon, tidak satu pun yang memberikan rating "Sell", menandakan sentimen bullish hingga netral yang merata di kalangan analis Wall Street terhadap saham ini.
Rekomendasi mayoritas tetap condong ke arah "Buy" dengan tingkat keyakinan tinggi, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis Amazon meski valuasi sahamnya telah naik signifikan sepanjang tahun.
Analisis 24/7 Wall St. per 4 Agustus 2026 menyoroti target harga 12 bulan ke depan sebesar $432,91, dengan skenario bullish mencapai $485,91 dan skenario bearish di $355,96. Proyeksi kenaikan ini bergantung pada ekspansi margin Amazon Web Services (AWS) di tengah pertumbuhan pendapatan yang terus terakselerasi, dengan syarat pertumbuhan AWS tetap berada di atas 30 persen hingga kuartal keempat serta disiplin belanja modal (capex) yang terjaga.
Jika AWS mampu mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut sembari menjaga efisiensi biaya, analis menilai ruang penguatan valuasi saham Amazon masih terbuka lebar, mengingat kontribusi margin AWS terhadap laba operasional Amazon secara keseluruhan tetap dominan dibandingkan segmen ritel.