Breaking

IHSG Naik 1,82 Persen, Erupsi Krakatau Tekan Saham Transportasi

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 08 September 2026
IHSG Naik 1,82 Persen, Erupsi Krakatau Tekan Saham Transportasi
Ilustrasi IHSG menguat 1,82% ditopang pembelian asing pada saham perbankan. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan lalu di level 6.636 atau menguat 1,82% dibandingkan pekan sebelumnya.

Berantara di tengah penguatan tersebut, investor asing juga mencatatkan net inflow Rp1,608 triliun di pasar reguler dengan konsentrasi pembelian pada big banks seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Memasuki pekan 7-11 September 2026, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menyoroti sentimen domestik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam risetnya, Minggu (7/9/2026), David menegaskan sentimen mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek (short-term momentum) bagi emiten sektor kesehatan (healthcare).

"Selanjutnya sentimen mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat menjadi isu domestik penting dan wajib dicermati pekan ini," ujar David, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

1. Sektor Kesehatan Dapat Katalis Jangka Pendek

David menekankan paparan abu vulkanik berisiko memicu gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi. Kondisi ini langsung mendongkrak lonjakan permintaan alat kesehatan (masker, obat pernapasan, eye drops), yang berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek (short-term momentum) bagi emiten sektor kesehatan (healthcare).

Emiten berelasi yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan permintaan masker: PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX), PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED), dan lainnya.

2. Sektor Transportasi Tertekan Pembatalan Penerbangan

Adapun, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga langsung berdampak pada operasional penerbangan. Berdasarkan pantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026) pagi, sebanyak 209 penerbangan terpaksa dibatalkan.

Pembatalan massal ini menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi emiten di sektor transportasi udara.

Emiten yang berelasi: PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI).

IPOT menilai dampak sentimen abu vulkanik ini perlu dicermati lebih lanjut seiring durasi erupsi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua