Harga Daging Sapi di Jatim Melonjak akibat Biaya Logistik Impor
SURABAYA – Harga daging sapi di sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kenaikan hingga mencapai kisaran Rp130 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram. Lonjakan tersebut salah satunya dipicu oleh kenaikan harga sapi hidup impor yang menjadi sumber pasokan kebutuhan konsumsi masyarakat di Jawa Timur.
Peningkatan harga sapi hidup impor ini tidak terlepas dari tingginya biaya logistik serta pengiriman sapi dari negara asal menuju Jawa Timur. Komponen biaya transportasi dan alur distribusi tersebut memberikan beban tambahan pada harga sapi hidup yang berujung pada naiknya harga daging di tingkat konsumen.
Ketua Tim Kerja Stabilisasi Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Mulky Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya keras menjaga stabilitas harga pangan pokok, termasuk komoditas daging sapi. Kenaikan harga daging sapi saat ini turut dipengaruhi oleh kondisi harga sapi hidup impor dan beban biaya logistik untuk mendatangkan pasokan ke Jawa Timur.
“Harga sapi hidup impor juga mengalami kenaikan. Salah satu faktornya adalah biaya logistik atau biaya perjalanan sapi dari negara asal sampai ke Jawa Timur yang meningkat, sehingga turut berdampak terhadap harga daging sapi di tingkat konsumen,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Guna mengantisipasi lonjakan harga yang makin tinggi, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah stabilisasi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Program ini diharapkan mampu menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan pergerakan harga komoditas yang sedang melonjak.
“Kami terus mengupayakan gerakan pasar murah sebagai salah satu langkah untuk membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen. Harapannya, masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Gerakan pasar murah menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga pangan. Lewat program ini, warga bisa membeli berbagai bahan pokok dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang harga pasar.
Di samping itu, pemerintah daerah terus mengawasi perkembangan harga serta pasokan daging sapi di pelbagai wilayah Jawa Timur. Pengawasan intensif dilakukan guna memastikan ketersediaan stok sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga yang lebih tajam.
Melalui beragam upaya tersebut, Dinas Perdagangan Jawa Timur berharap gejolak harga daging sapi dapat diredam agar tidak kian memberatkan beban konsumen.