Harga CPO Global Terkoreksi, Indonesia Turun 1,9 Persen Akhir Agustus

Ilustrasi minyak sawit (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:21:24 WIB

JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan tren penurunan pada pekan terakhir Agustus 2026. Berdasarkan data Dashboard HargaSawitIndonesia.id milik DPP APKASINDO, harga CPO di Indonesia, Malaysia, serta Rotterdam secara bersama-sama mengalami pelemahan pada periode 24–30 Agustus 2026.

Harga CPO Indonesia yang tercatat melalui KPBN berada di angka Rp15.800 per kilogram, atau menyusut 1,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, harga CPO di Bursa ICDX bertengger di level Rp16.550 per kilogram, terkoreksi sebesar 1,6 persen.

Penurunan lebih signifikan terjadi pada harga CPO di Malaysia. Berdasarkan data dashboard hargasawitindonesia.id, harga CPO Malaysia berada pada posisi Rp20.345 per kilogram, turun 3 persen.

Adapun nilai CPO di pasar Rotterdam tercatat sebesar Rp28.738 per kilogram, atau melemah 0,3 persen. Selisih harga di tingkat domestik dan pasar internasional terpantau masih cukup jauh.

Harga CPO di Rotterdam berada di angka Rp28.738 per kilogram, yang berarti lebih tinggi sekitar Rp12.938 per kilogram dibandingkan CPO Indonesia di KPBN. Di sisi lain, harga CPO Malaysia tercatat Rp4.545 per kilogram lebih mahal daripada harga CPO Indonesia.

Dashboard HargaSawitIndonesia.id menerangkan bahwa perbedaan harga CPO Indonesia dibanding Rotterdam dan Malaysia dipicu oleh beberapa komponen biaya, seperti bea keluar, pungutan ekspor, DMO, DPO, freight, sertifikasi, serta biaya finansial sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keadaan ini menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan sebab dinamika harga CPO internasional pada akhirnya memengaruhi penentuan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Pada rentang waktu yang sama, data APKASINDO menunjukkan harga TBS nasional yang diperoleh petani berada di kisaran Rp3.577 per kilogram untuk petani plasma dan Rp3.055 per kilogram untuk petani swadaya.

Dengan begitu, terdapat perbedaan sebesar Rp522 per kilogram antara harga TBS plasma dan swadaya. Pada komparasi harga TBS petani global, dashboard tersebut mencatat harga di Malaysia (MPOB) menyentuh Rp3.967 per kilogram, sedangkan Indonesia berada pada level Rp3.668 per kilogram untuk plasma dan Rp3.200 per kilogram untuk swadaya berdasarkan rujukan bulanan.

Sementara itu, harga farm-gate di Nigeria tercatat mencapai sekitar Rp2.139 per kilogram. Kecenderungan pelemahan pada akhir Agustus ini beriringan dengan kondisi pasar CPO yang terus terpengaruh oleh dinamika permintaan dunia.

Pemerintah sebelumnya menentukan Harga Referensi CPO periode Agustus 2026 sebesar US$996,52 per metrik ton, atau melorot 0,44 persen dari bulan Juli yang mencapai US$1.000,90 per metrik ton. Penurunan permintaan global, utamanya dari India, serta penurunan harga minyak mentah dunia menjadi beberapa alasan penekan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun demikian, pergerakan harga di pasar Malaysia menunjukkan bahwa pasar minyak sawit masih mempunyai peluang penguatan. Pada 28 Agustus 2026, harga minyak sawit Malaysia berada di kisaran 4.894 ringgit per ton, meningkat 1,62 persen dalam sehari dan menguat 4,93 persen dalam sebulan.

Situasi tersebut menandakan bahwa pergerakan harga CPO pada akhir Agustus masih dinamis. Bagi para petani sawit, perkembangan harga CPO dunia merupakan salah satu indikator krusial yang perlu dipantau karena fluktuasi harga minyak sawit di pasar acuan berdampak langsung pada harga TBS di tingkat petani.

Reporter: Akbar