IPO Sukses, JECX Terapkan Lock-Up Saham Selama Satu Tahun

Ilustrasi: PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) resmi menerapkan masa lock-up saham selama satu tahun pasca-IPO. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50:07 WIB

JAKARTA – Emiten layanan kesehatan mata PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menerapkan kebijakan lock-up period untuk menjaga kestabilan harga saham dan struktur permodalan usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Kebijakan penguncian saham ini disepakati oleh pemegang saham pengendali dan institusi terbesar perseroan sebagai bentuk komitmen menjaga kepemilikan.

Pengelola jaringan rumah sakit mata JEC ini memastikan stabilitas kepemilikan saham tetap terjaga demi memberikan jaminan bagi investor publik melalui masa penguncian yang ketat. "Di dalam struktur kepemilikan perseroan, terdapat PT Magna Selaras Lestari (MSL) yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali. MSL telah menyatakan komitmen penuhnya untuk mematuhi regulasi dengan tidak mengalihkan atau tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya selama jangka waktu 12 bulan terhitung sejak tanggal efektifnya pernyataan pendaftaran IPO," ujar Presiden Direktur JECX Johan A M M Hutauruk dalam jumpa pers di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain pemegang saham pengendali utama, institusi besar lainnya yang menanamkan modal di perusahaan ini juga menyepakati ketentuan serupa untuk meminimalkan risiko gejolak harga di pasar sekunder. "Komitmen serupa juga diikuti oleh PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sebagai salah satu pemegang saham institusi terbesar kami, yang berkomitmen untuk mengunci kepemilikan sahamnya sekurang-kurangnya selama satu tahun pasca IPO," ujar Johan, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Tenaga medis profesional yang menjadi tulang punggung JEC juga ikut serta dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan. Keterlibatan aktif ini bertujuan menyelaraskan kepentingan profesional medis dengan pertumbuhan nilai investasi para pemegang saham publik.

"Sementara mengenai kepemilikan saham oleh jajaran dokter ahli kami, mereka juga memegang komitmen yang sama kuatnya untuk mempertahankan saham mereka sekaligus mendedikasikan kinerjanya demi mencapai target pertumbuhan bisnis jangka panjang perseroan ke depan," kata Johan, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Dalam gelaran IPO, perseroan menawarkan 487.983.500 saham biasa atau 15,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga penawaran Rp1.250 per saham. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609.979.375.000 dengan kapitalisasi pasar pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.

Reporter: Akbar