Atasi Kemarau, Pemkab Kediri Pastikan Pasokan BBM dan Listrik Petani
KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bekerja sama dengan PT Pertamina dan PT PLN (Persero) untuk menjaga ketersediaan pengairan lahan pertanian. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap dampak musim kemarau terhadap produktivitas petani.
"Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait kebutuhan solar. Kami minta kebutuhan petani diprioritaskan. Dengan PLN juga terkait program sumur submersible karena membutuhkan pasokan listrik yang besar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi di Kediri, Senin, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Sukadi menyatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kerja sama dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar bersubsidi, sedangkan dengan PLN untuk mendukung program listrik masuk sawah melalui sumur submersible.
Pemerintah daerah juga mempercepat penerbitan rekomendasi pembelian solar bersubsidi bagi petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL). "Rekomendasi dari kami pada hari itu juga dikirim ke PPL untuk dicetak dan diserahkan kepada petani. Jadi dalam sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pengawasan penggunaan BBM bersubsidi tetap diperketat untuk mencegah penyalahgunaan yang ditujukan bagi operasional pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan). Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana membangun 380 titik sumur submersible pada tahun 2026 untuk membantu pengairan kelompok tani.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 200 ton untuk lahan seluas 13.300 hektare guna menekan biaya produksi petani. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa pemerintah daerah akan kembali memberikan bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
"Kami tidak berhenti di sini, karena setelah benih kami masih memiliki bantuan alsintan (alat mesin pertanian), jumlahnya nanti ditunggu saja," kata Bupati Hanindhito, sebagaimana dilansir dari sumber berita.