Kembangkan Industri Halal, Indonesia Gandeng Kirgistan di INNOPROM
JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperluas kerja sama pengembangan industri halal Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgistan. Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan industri halal menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan secara optimal seiring dengan meningkatnya permintaan pasar global setiap tahun.
Menurut Menperin Agus, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri halal nasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di tingkat global. "Khusus untuk Kirgistan kami menandatangani perjanjian kerja sama halal, tentu kami menyambut baik karena pengembangan industri halal di Indonesia itu tidak boleh kami melakukan setengah-setengah, itu harus all out, karena memang potensi market di dunia untuk penyerapan produk-produk halal setiap tahun semakin lama semakin tinggi," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Melalui MoU yang ditandatangani dalam ajang INNOPROM 2026 di Rusia tersebut, kedua negara sepakat untuk memperkuat, mengembangkan, dan mempromosikan industri halal. Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi, pengetahuan, konsultasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor industri halal.
Kesepakatan tersebut juga meliputi promosi produk dan layanan halal, penyelenggaraan seminar bersama, serta pengembangan bentuk kerja sama lain yang disepakati secara tertulis. Kerja sama ini diwujudkan melalui fasilitasi proyek bersama, pengembangan kemitraan pemerintah dan swasta, hingga investasi di sektor industri halal.
Selain itu, kedua negara akan menyelenggarakan kunjungan timbal balik untuk mendukung pertukaran keahlian serta memperkuat promosi melalui partisipasi dalam berbagai pameran dan forum bisnis. Menperin meyakini kolaborasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri halal global.
"Kerja sama dengan Kirgistan dalam konteks halal itu akan membuka ruang yang lebih luas untuk memasukkan produk-produk halal di kawasan Eurasia," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat serta mempromosikan industri halal melalui berbagai kegiatan yang saling menguntungkan.