Capai 43,34 Persen Target, KUR Bank Mandiri Tembus Rp17,77 Triliun

ILUSTRASI, Bank Mandiri capai penyaluran KUR Rp17,77 triliun hingga Mei 2026. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:27:33 WIB

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) konsisten memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank Mandiri terus mengoptimalkan program KUR ini demi memperlebar akses modal bagi para pelaku usaha produktif, sekaligus memacu pertumbuhan sektor-sektor yang dapat membuka lapangan kerja baru serta menaikkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menerangkan bahwa realisasi KUR Bank Mandiri sudah menyentuh Rp17,77 triliun per 31 Mei 2026. 

Fasilitas pinjaman dengan bunga rendah tersebut telah disalurkan kepada 135.829 pelaku usaha di tanah air.

Pencapaian itu menyamai 43,34% dari target penyaluran KUR Bank Mandiri untuk tahun 2026, sekaligus memperlihatkan percepatan yang positif dalam menopang perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar utama ekonomi nasional. 

Bayu menambahkan, penyaluran KUR Bank Mandiri senantiasa dibarengi dengan asas kehati-hatian serta manajemen risiko yang maksimal, yang dibuktikan oleh tingkat non-performing loan (NPL) yang terjaga di kisaran 1%.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ungkap Bayu dalam keterangan resminya pada Senin (6/7/2026).

Dia menilai, kesuksesan dalam penyaluran KUR ini tidak lepas dari adanya sinergi yang terpadu antara pihak pemerintah, perbankan, pelaku usaha, beserta para pemangku kepentingan dalam memicu penguatan sektor produktif di bermacam wilayah. 

Kerja sama tersebut menjadi landasan krusial demi mewujudkan ekosistem usaha yang kian inklusif dan kompetitif.

Bank Mandiri menganggap KUR bukan hanya bentuk fasilitas pembiayaan semata, melainkan alat untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah,” tambah Bayu.

Dari keseluruhan penyaluran KUR sampai Mei 2026, sebanyak 63,54% atau senilai Rp11,29 triliun dialokasikan ke sektor produksi, sementara 36,46% atau sebesar Rp6,48 triliun diarahkan ke sektor non-produksi. 

Dominasi pada sektor produktif ini selaras dengan tekad Bank Mandiri dalam memperkokoh fondasi ekonomi nasional lewat pembiayaan yang mendatangkan multiplier effect yang lebih luas.

Sementara itu, sektor pertanian menjadi penyumbang paling besar dengan angka penyaluran menyentuh Rp5,82 triliun atau 32,77% dari total KUR.

Diikuti oleh sektor jasa produksi senilai Rp3,86 triliun atau 21,72%, industri pengolahan sebesar Rp1,35 triliun atau 7,60%, serta sektor perikanan yang mencapai Rp249 miliar atau 1,41%.

Reporter: Gemilang Ramadhan