Minggu, 08 Februari 2026

Panduan Investasi Kripto: Strategi Cerdas untuk Pemula

Panduan Investasi Kripto: Strategi Cerdas untuk Pemula
Foto: Illustrasi aset Kripto

JAKARTA - Di antara berbagai instrumen investasi yang tersedia, aset kripto menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menetapkan regulasi terkait investasi di sektor ini guna memberikan perlindungan kepada para investor.

Menurut perencana keuangan Aidil Akbar, alokasi dana yang ideal untuk investasi, termasuk kripto, sebaiknya berkisar antara 10%-15% dari penghasilan bulanan. Ia menyarankan agar investor pemula mulai dengan jumlah kecil sambil memahami lebih dalam ekosistem kripto.

Sebagai contoh, bagi seseorang dengan pendapatan Rp 5 juta per bulan, sekitar Rp 500 ribu dapat dialokasikan untuk investasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 10%-20% atau Rp 100 ribu dapat digunakan untuk membeli aset kripto, sementara sisanya dapat dialokasikan ke instrumen investasi lainnya.

Baca Juga

Mandiri Debit Gold Visa Minimal Saldo Berapa? Wajib Tahu Ini!

Memilih Aset Kripto yang Tepat untuk Pemula

Bagi yang baru terjun ke dunia kripto, Aidil merekomendasikan untuk memulai dengan membeli Tether (USDT). USDT merupakan stablecoin yang nilainya dikaitkan dengan dolar AS, sehingga relatif stabil dan lebih mudah digunakan untuk transaksi.

"Sebagai langkah awal, beli USDT dulu karena mudah dihitung dan merupakan standar internasional untuk pairing transaksi kripto. Setelah itu, bagi pemula, Bitcoin bisa menjadi pilihan pertama untuk investasi," jelas Aidil.

Menjelajahi Ekosistem Kripto Lebih Dalam

Setelah memahami dasar-dasar investasi kripto, investor dapat mulai mengeksplorasi platform blockchain lain seperti Ethereum dan Solana. Saat memilih aset digital, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yakni ekosistem, proyek, dan komunitas yang mendukungnya.

"Saat ingin membeli koin kripto, saya selalu melihat tiga hal utama: ekosistemnya, proyek yang mendukung, dan komunitasnya. Ini serupa dengan analisis fundamental dalam investasi tradisional, seperti mengevaluasi aset, profitabilitas, dan kewajiban finansial suatu perusahaan," tambah Aidil.

Investasi di dunia kripto memerlukan strategi dan pemahaman yang baik. Bagi pemula, memulai dengan jumlah kecil serta memilih aset yang stabil seperti USDT dan Bitcoin dapat menjadi langkah awal yang bijak. Seiring dengan bertambahnya wawasan, investor dapat memperluas portofolionya ke berbagai aset berbasis blockchain lainnya. Dengan pendekatan yang tepat, investasi kripto dapat menjadi bagian dari strategi keuangan yang cerdas dan menguntungkan.

Kevin Khanza

Kevin Khanza

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031