JAKARTA - Pada awal tahun 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia mencatat pencapaian signifikan dengan melampaui 15 juta Single Investor Identification (SID). Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat menyumbang 102.898 SID dengan nilai transaksi mencapai Rp 427.719.410.489. Transaksi di provinsi ini didominasi oleh saham dengan total nilai Rp 552.139.455.318, sementara investasi lainnya mencapai Rp 1.100.899.472.941.
Dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), dan para pemangku kepentingan lainnya, terlihat dengan berbagai program edukasi pasar modal yang telah dilakukan.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyampaikan bahwa pasar modal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Bersama-sama, kita dapat mewujudkan cita-cita besar untuk ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan," ujar Iman.
Berdasarkan data terakhir dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor pasar modal mencapai jumlah 15.161.166 SID. Jumlah ini naik sebesar 289.527 SID dibandingkan bulan sebelumnya, yang menunjukkan optimisme terhadap pasar modal Indonesia seiring dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat.
Sejak mencapai 14 juta SID, BEI telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi secara masif, termasuk Capital Market Summit & Expo 2024 (CMSE 2024), serta berbagai program edukatif lainnya. Hingga saat ini, BEI telah mengadakan lebih dari 34.676 kegiatan edukasi yang melibatkan jutaan peserta.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan masih besarnya potensi pertumbuhan investor mengingat populasi Indonesia yang lebih dari 280 juta jiwa. "BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat," kata Jeffrey.
BEI menargetkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, sambil terus mengapresiasi peran semua mitra strategis yang berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan. Melalui sinergi yang telah terjalin, diharapkan pasar modal dapat menjadi fondasi kokoh bagi perekonomian Indonesia yang berkelanjutan.
Rapli
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026










