Sabtu, 07 Februari 2026

Manajemen BCA Pastikan Data Nasabah Tetap Aman Meski Ada Klaim Kebocoran

Manajemen BCA Pastikan Data Nasabah Tetap Aman Meski Ada Klaim Kebocoran
Manajemen BCA Pastikan Data Nasabah Tetap Aman Meski Ada Klaim Kebocoran

JAKARTA – Berita mengenai dugaan kebocoran data nasabah mengemuka ketika akun X milik hacker bernama Bjorka mengklaim telah mengakses database BCA Mobile. Dalam klaim tersebut, Bjorka menyatakan telah mendapatkan data sensitif, seperti nama nasabah, nomor rekening, riwayat transaksi, dan saldo rekening. Namun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) segera memberikan klarifikasi resmi untuk membantah berita tersebut.

Sekretaris Perusahaan BCA, Raymon Yonarto, dalam keterangannya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Saat ini kami memastikan bahwa data nasabah BCA tetap aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Selasa, 11 Februari 2025. Pihaknya juga memastikan bahwa keamanan data nasabah selalu menjadi prioritas utama bagi BCA.

Guna mengantisipasi berbagai ancaman siber, BCA telah menerapkan sistem pengamanan data berlapis serta strategi mitigasi risiko sesuai standar keamanan informasi terkini. Hal ini dibuktikan dengan perolehan sertifikasi ISO 27001:2022 terkait Manajemen Keamanan Informasi Data. Langkah ini menunjukkan komitmen BCA dalam menjaga kerahasiaan dan integritas data nasabahnya.

Selain itu, BCA tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada seluruh nasabah untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BCA. “Nasabah juga terus diingatkan untuk tidak pernah membagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), dan Personal Identification Number (PIN), kepada siapapun. Nasabah juga diharapkan mengubah PIN dan password secara berkala,” jelas Raymon Yonarto.

BCA juga telah meningkatkan fasilitas keamanan lainnya, seperti penggunaan teknologi enkripsi dan autentikasi multifaktor untuk melindungi data nasabah di semua lini layanan termasuk BCA Mobile. Bank ini juga melakukan patrol keamanan siber secara rutin untuk mendeteksi dan mencegah serangan hacker seperti yang diklaim oleh Bjorka.

Sebagai tambahan, Raymon Yonarto menyatakan bahwa BCA memiliki tim keamanan siber yang dilatih untuk mengatasi segala bentuk ancaman dunia maya. “Kami selalu waspada terhadap ancaman baru dan terus memperbarui sistem keamanan kami untuk mengantisipasi serangan yang semakin canggih,” tambahnya.

Keamanan data nasabah menjadi isu yang sangat sensitif di era digital ini. Oleh sebab itu, nasabah juga diminta untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan informasi mereka sendiri. BCA menganjurkan agar nasabah melaporkan segera ke pihak bank jika ada aktivitas mencurigakan pada rekening mereka. Dengan begitu, tindakan yang cepat dan tepat dapat dilakukan guna menghindari dampak yang lebih besar.

Untuk memberikan keamanan lebih lanjut, BCA juga mengedukasi nasabah mengenai keamanan siber melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan situs web resmi bank. Informasi seperti cara mengenali penipuan digital, tips keamanan bertransaksi online, serta pembaruan mengenai kebijakan keamanan bank secara berkala disampaikan kepada nasabah.

BCA tetap berkomitmen untuk menjaga kepercayaan nasabah dengan menjamin bahwa semua data dan informasi yang dimiliki akan terus mendapat perlindungan maksimal. “Kami memahami betul pentingnya kepercayaan nasabah, oleh karena itu kami tidak akan pernah berhenti untuk berinovasi dan menawarkan solusi keamanan terbaik,” tutup Raymon Yonarto.

Dengan adanya isu ini, BCA mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam menerima informasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya. Narasi negatif di media sosial tidak seharusnya menyurutkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan yang telah terbukti menjaga dan mengamankan data nasabahnya. Bank tetap beroperasi dengan standar yang tinggi dan terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya.

Melalui penegasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan percaya terhadap sistem keamanan yang telah diterapkan oleh BCA dan tidak terpengaruh oleh klaim yang belum jelas kebenarannya.

Rapli

Rapli

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031