Krisis Listrik Ancam Pertumbuhan Bisnis, Pengusaha Lampung Desak Kepastian Pasokan
- Kamis, 05 Desember 2024
LAMPUNG-Para pelaku usaha di Provinsi Lampung kini menghadapi tantangan besar dalam bentuk ancaman ketidakpastian pasokan listrik. Dalam diskusi publik bertajuk "Energi dan Investasi Seimbangkah?" yang digelar oleh PWI Lampung di Hotel Horison Bandarlampung pada Kamis, 5 Desember 2024, kekhawatiran mengenai ketersediaan listrik mengemuka. Para pengusaha lokal, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menyatakan keresahan mereka terhadap potensi dampak negatif akibat krisis listrik yang mungkin terjadi di masa mendatang. Hal ini terutama disoroti mengingat pengalaman buruk selama insiden "black out" beberapa bulan lalu yang membawa kerugian besar.
Deni Wahyudi, Manager Umum Chandra Group, mengungkapkan bagaimana perusahaannya terkena dampak berat dari kejadian tersebut. "Kalau kita bicara energi, kita tergantung PLN. Dan kasus black out kemarin memang kita dirugikan, apalagi toko-toko kecil. Memang kita ada genset, tapi itu tidak bisa beroperasional satu hari penuh. Makanya kemarin banyak toko kita, ada lima cabang kami yang tidak beroperasi gara-gara black out kemarin," katanya. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya menggunakan genset sebagai alternatif sementara, tetapi ini menambah biaya operasional yang tidak terduga.
Keandalan pasokan listrik yang tidak konsisten memaksa para pelaku usaha untuk mencari solusi sementara yang cenderung mahal. Deni menegaskan bahwa, "Kalau byar pet dua atau tiga jam masih bisa kita tanggulangi," namun ia menambahkan bahwa setiap kejadian tersebut menambah beban operasional lainnya seperti biaya bahan bakar genset. Oleh karena itu, kepastian pasokan listrik yang stabil menjadi harapan utama bagi keberlangsungan bisnis di Lampung.
Senada dengan Deni, Dwi Agus Irianto dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung, juga mengungkapkan keresahan serupa. Menurut Dwi, pelaku usaha, khususnya mereka yang bergerak di sektor UMKM, sangat membutuhkan kepastian terkait pasokan listrik di daerah ini. "Jangan sampai kejadian black out seperti kemarin yang sampai dua hari itu kembali terjadi. Dan ini mesti menjadi perhatian dan pertimbangan lagi bagi PLN. Kami butuh kepastian itu," tegasnya.
Kendati kebutuhan listrik per unit bisnis UMKM mungkin tidak sebesar perusahaan besar, namun jumlah UMKM yang membanjiri Lampung cukup signifikan sehingga pasokan listrik yang stabil sangat dibutuhkan. Dwi mendorong adanya upaya lebih lanjut dari pemerintah daerah untuk menarik investor guna mengembangkan energi terbarukan di daerah ini. “Kami butuh kepastian soal listrik. Jangan sampai kamu udah semangat berusaha, tapi ketersediaan energi listrik kita tidak jelas,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, apresiasi diberikan kepada Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang memperkenalkan konsep energi baru dan terbarukan kepada mahasiswanya. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas wawasan tentang energi alternatif yang dapat mendukung upaya menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Industri dan sektor usaha di Lampung jelas memerlukan kepastian dan komitmen dari pihak penyedia energi, terutama PLN, untuk memastikan kejadian serupa "black out" tidak terulang kembali. Dengan meningkatnya kebutuhan dan persaingan global, tersedia listrik yang andal dan berkelanjutan menjadi kunci penting bagi para pengusaha untuk bisa tumbuh dan bersaing. Di akhir diskusi, harapan ini disematkan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk segera mengambil langkah nyata demi menjaga keberlangsungan usaha di Provinsi Lampung.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi PLN Nusantara Power Menjaga Stabilitas Listrik Selama RAFI 1447 H
- Senin, 30 Maret 2026
Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap
- Senin, 30 Maret 2026
Spesifikasi Unggulan Smartband Rogbid Loop Dengan Desain Minimalis Modern
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Harga Pangan Hari Ini 30 Maret 2026, Beras Naik dan Cabai Turun Tajam
- Senin, 30 Maret 2026
Awal Musim Kemarau April 2026 Dimulai, BMKG Sebut 16,3 Persen Wilayah Terdampak
- Senin, 30 Maret 2026












