Breaking

Harga Beras Naik Pemerintah Guyur 1 Juta Ton Beras SPHP Akhir Tahun

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 07 September 2026
Harga Beras Naik Pemerintah Guyur 1 Juta Ton Beras SPHP Akhir Tahun
Pemerintah menambah kuota penugasan Bulog (FOTO : NET)

JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota penugasan Bulog terkait beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sebanyak 1 juta ton di tahun ini. Jumlah ini bertambah dari penugasan sebelumnya yang ditetapkan 888.000 ton di tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan keputusan ini dilakukan untuk memitigasi kenaikan harga beras karena dampak dari kemarau panjang.

"1 juta ya tambahan SPHP beras medium untuk Oktober, November dan Desember karena ini tidak ada panen karena kemarau panjang," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (7/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Zulhas juga memastikan beras ini akan segera diguyur di pasar tradisional maupun pasar modern dalam waktu dekat. Pihaknya menegaskan beras SPHP ini akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500/kg.

Zulhas juga meminta kepada Bulog untuk mempercepat distribusi Bantuan Pangan kepada 33,3 juta penerima manfaat.

Terkait upaya percepatan, Bulog akan merapel pengiriman dari sebelumnya 10 kg setiap bulan selama 3 bulan menjadi satu kali pengiriman saja.

"Jadi engga 10 kg, 10kg setiap bulan, tapi langsung 30 kg dalam satu kali pengiriman agar Bulog bisa langsung membanjiri pasar masyarakat," tegas Zulhas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani turut menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah terkait persetujuan penambahan alokasi penugasan operasi pasar beras SPHP.

Rizal menegaskan bahwa sebelumnya Bulog hanya meminta penambahan penyaluran beras SPHP sebanyak 400 ribu ton untuk menjaga kenaikan harga beras di pasaran.

Dia mengatakan usulan itu disampaikan mengingat stok beras SPHP di gudang Bulog hanya mencapai 100.000 ton yang harus disalurkan pada bulan September hingga Desember mendatang.

"Sementara pada akhir tahun dan ada hari kebesaran agama yang perlu kebutuhan lebih besar. Kami ajukan 400.000 ton (SPHP) malah disetujui 1 juta ton. Ini support luar biasa," terang Rizal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bulog juga mengusulkan agar bisa mendapatkan penugasan penyaluran beras premium melalui skema SPHP.

Namun begitu, Rizal menyebut bahwa usulan tersebut tidak langsung mendapatkan persetujuan. Dia menjelaskan bahwa dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No 2 Tahun 2025 dinyatakan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bisa diolah menjadi beras premiun dan medium.

"Jadi itu bisa berjalan dengan sendirinya tidak perlu subsidi, bisa langsung dikerjakan sesuai dengan prosedur yang diberikan," jelas Rizal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Diketahui, BPS mencatat harga beras mengalami kenaikan di seluruh tingkat perdagangan pada Agustus 2026, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran.

Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp14.213 per kilogram (kg) pada Agustus 2026. Sementara harga beras di tingkat grosir mencapai Rp14.901 per kg dan di tingkat eceran Rp15.641 per kg.

"Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan juga di tingkat eceran naik," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (1/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan kualitasnya, kenaikan harga beras premium tercatat lebih tinggi secara tahunan. Harga beras premium di tingkat penggilingan naik 1,22 persen secara bulanan dan 10,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan naik 1,48 persen secara bulanan dan 4,03 persen secara tahunan.

"Jadi secara year on year untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," kata Ateng sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua