Produksi Gas dan Minyak Sumur Semberah Lampaui Target Elnusa
JAKARTA – Prospek PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga akhir 2026 dinilai positif setelah keberhasilan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pengeboran dimulai 4 Juni 2026 dan selesai dalam 45 hari, kemudian masuk tahap uji produksi pada 19 Agustus 2026.
Hasil uji menunjukkan produksi awal 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, melampaui target 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak.
Kepala Riset KISI Muhammad Wafi menilai keberhasilan ini memperkuat tesis investasi ELSA sebagai penerima manfaat aktivitas hulu Pertamina, mencakup layanan seismic, drilling, hingga EOR.
"Prospek positif. Keberhasilan pengeboran Sumur Semberah-206 adalah evidence dari thesis ELSA sebagai beneficiary aktivitas upstream Pertamina secara keseluruhan," kata Wafi kepada Kontan, Rabu (2/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pertamina Group tengah mengoptimalkan produksi migas domestik untuk ketahanan energi, membuka peluang bagi ELSA menangkap peningkatan aktivitas hulu.
ELSA juga memiliki kontrak defensif yang memberi visibilitas pendapatan lebih terukur, sekaligus memperkuat rekam jejak setiap proyek pengeboran.
"Kontrak defensif memberikan revenue visibility predictable, setiap successful drilling project tambah track record positif," ujar Wafi sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga minyak tinggi menjadi katalis positif bagi ELSA, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai. Gencatan senjata permanen berpotensi menekan harga minyak dan mengurangi urgensi capex Pertamina.
Selain itu, regulasi RKAB migas dan rencana ELSA menjadi operator lapangan idle juga berpotensi menjadi katalis tambahan.
Dari sisi keuangan, Analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra memperkirakan pendapatan ELSA 2026 mencapai Rp16,16 triliun, naik 11,4 persen YoY dari Rp14,50 triliun pada 2025.
Laba bersih diproyeksikan Rp907 miliar, tumbuh 26,3 persen YoY dari Rp718 miliar pada 2025. Inav merekomendasikan buy dengan target harga Rp1.160 per saham.
Sementara itu, Wafi juga mempertahankan rekomendasi buy, namun target harga saham ELSA masih dalam tahap kajian.