Kementerian UMKM Sebut Akses Digital Bukan Jaminan Usaha Sukses
JAKARTA – Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga beragam aplikasi guna menjalankan bisnis. Meskipun demikian, penggunaan platform digital tersebut tidak menjamin usaha telah bertransformasi secara digital sepenuhnya.
Pemerintah menilai masih terdapat pandangan bahwa UMKM yang mempunyai akun media sosial atau berjualan di marketplace sudah siap menghadapi era digital. Padahal, proses transformasi digital tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi semata.
Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM, Asep Abdulloh, menilai perubahan perilaku konsumen dan persaingan bisnis membuat UMKM saat ini tidak cuma berhadapan dengan kompetitor lokal.
Teknologi memang membuka pasar secara lebih luas, namun pada saat bersamaan menuntut para pelaku usaha agar beradaptasi lebih keras.
“Digital transformation is not just about having social media, marketplace, or apps,” ujarnya saat Soft Launch dan Peluncuran Resmi Teman AI UMKMall pada Rabu (2/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Transformasi digital semestinya dimanfaatkan guna menjawab kebutuhan nyata dalam bisnis, seperti memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi, memperbaiki pelayanan, hingga menjadikan usaha lebih berkelanjutan.
Oleh sebab itu, pelaku UMKM diimbau untuk tidak sekadar mengejar teknologi yang tengah populer, termasuk dalam penggunaan artificial intelligence (AI). Pemerintah mengingatkan para pelaku usaha agar mengidentifikasi terlebih dahulu persoalan utama yang paling mendesak untuk diselesaikan.
Sebagai contoh, saat pelaku usaha mengalami kesulitan membuat konten secara konsisten, AI dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan serta distribusinya. Apabila masalah terletak pada pengelolaan data penjualan, teknologi bisa dimanfaatkan untuk membantu membaca data dan menentukan strategi bisnis.
Demikian pula pada aspek pelayanan konsumen, administrasi, maupun perencanaan usaha yang dapat dibantu oleh teknologi sesuai dengan kebutuhan.
UMKM diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan AI karena takut tertinggal tren. Namun, para pelaku usaha diharapkan benar-benar menggunakan bantuan AI untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.
Tolak ukur keberhasilan pemanfaatan AI bukan terletak pada seberapa canggih teknologi yang dipakai. Melainkan, pada seberapa besar dampak positif pemanfaatan AI tersebut terhadap perkembangan usaha.
Penggunaan AI dapat dianggap memberikan manfaat apabila mampu mempercepat pekerjaan, menekan biaya operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas pasar, mendongkrak penjualan, atau membantu mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik.
Pemerintah turut mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tetap memerlukan pengawasan manusia. Hal ini terutama berkaitan dengan akurasi informasi, keamanan data, perlindungan konsumen, serta etika.
Dengan demikian, transformasi digital bagi UMKM bukan sekadar menambah jumlah aplikasi atau platform yang digunakan. Hal terpenting adalah memastikan teknologi benar-benar membantu menyelesaikan masalah dan memberikan dampak riil bagi pertumbuhan usaha.