Breaking

Pelaku Pasar Menanti Petunjuk Kebijakan Moneter AS dari Simposium The Fed

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 28 Agustus 2026
Pelaku Pasar Menanti Petunjuk Kebijakan Moneter AS dari Simposium The Fed
Ilustrasi emas (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga emas bergerak sangat volatil menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada hari ini. Pelaku pasar emas menanti pidato tersebut guna mencari petunjuk terkait prospek inflasi serta arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (27/8/2026) ditutup pada posisi US$ 4601 per troy ons. Harganya tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,19%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya sempat jatuh 1,4% pada Rabu. Kenaikan harga kemarin sekaligus membawa emas kembali ke level US$ 4600 setelah sebelumnya jatuh ke level US$ 4500.

Harga emas terpantau melandai pada hari ini. Pada Jumat (28/8/2026) pukul 06.44 WIB, harga emas melandai 0,03% ke level US$ 4599,56 per troy ons.

Dolar AS mengalami pelemahan sehingga komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini. Penguatan tersebut didorong oleh kekhawatiran baru mengenai pelemahan nilai dolar, setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi lama berjangka panjang.

"Saya bullish terhadap harga emas karena permintaan saat ini sangat kuat, baik dari ETF maupun bank sentral yang menjadikan emas sebagai aset alternatif terhadap dolar," kata Bob Haberkorn, senior market strategist di StoneX, kepada Reuters sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pasar diperkirakan masih bersikap berhati-hati sambil menunggu pertemuan Jackson Hole yang menjadi perhatian utama para investor.

Fokus kini tertuju pada pidato Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming pada Jumat. Investor berharap pidato perdananya dapat memberikan gambaran mengenai strategi The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target, sekaligus menjelaskan peran pasar obligasi dalam strategi tersebut.

Data pada Rabu menunjukkan Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS naik 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli, sama seperti Juni. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 3,6%.

Menurut CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga AS pada September kini turun menjadi 34%, tetapi peluang kenaikan suku bunga hingga Desember masih mencapai 74%.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan daya tarik emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, perak spot naik 1,8% menjadi US$69,35 per troy ounce, platinum naik 1% menjadi US$1.848,08, dan palladium menguat 1,3% menjadi US$1.344,72.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua