Harga Emas Dunia Naik Tajam, Sentimen Damai Iran-Oman Dorong Reli
JAKARTA - Harga emas dunia mencatat reli tajam pada Kamis (6/8/2026), dengan kenaikan harian terbesar dalam enam bulan terakhir. Emas spot sempat naik 0,8 persen ke US$4.280 per troi ons, setelah sehari sebelumnya melonjak 4,1 persen.
Sentimen positif muncul setelah Iran mengumumkan kesepahaman dengan Oman mengenai jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Kesepakatan ini membuka peluang aliran energi kembali melalui jalur strategis tersebut, menekan harga minyak dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut jalur sementara berlaku dua hingga empat bulan, meski belum berarti Selat Hormuz sepenuhnya dibuka. Presiden AS Donald Trump juga menegaskan negosiasi damai dengan Iran masih berlangsung, dengan diplomasi sebagai pilihan utama.
Harapan berakhirnya konflik membuat pasar kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, turun dari ekspektasi dua kali sebelumnya. Prospek kebijakan moneter yang lebih longgar mendukung emas sebagai aset lindung nilai.
Analis TD Securities menilai meredanya tekanan makroekonomi dan meningkatnya harapan damai AS–Iran menjadi pendorong utama reli emas. Mereka mencatat kepemilikan emas oleh dana investasi makro meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Juni, didukung arus masuk ke ETF emas Asia.
Pada perdagangan Kamis pagi di Singapura, emas spot tercatat naik 0,7 persen ke US$4.277,41 per troi ons. Sementara perak menguat 0,3 persen ke US$62,23 per troi ons, platinum naik 0,8 persen ke US$1.750,15 per troi ons, dan paladium bertambah 1 persen ke US$1.377 per troi ons.
Reli emas ini memperlihatkan bagaimana kombinasi faktor geopolitik, pelemahan dolar AS, dan ekspektasi suku bunga menjadi katalis utama pergerakan logam mulia.