Breaking

CEO Sunshine Silver sebut AI pemicu era baru perak lepas dari mineral kritis

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 06 Agustus 2026
CEO Sunshine Silver sebut AI pemicu era baru perak lepas dari mineral kritis
Ilustrasi perak (FOTO : NET)

WASHINGTON – Kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus utama para investor, di mana lonjakan teknologi ini memerlukan pasokan logam industri yang besar sebagai fondasi infrastrukturnya.

CEO sekaligus Direktur Sunshine Silver Mining & Refining, Heather White, menilai para investor kian memahami bahwa kemajuan AI sangat bergantung pada ketersediaan logam kritis, khususnya perak.

Dalam sebuah wawancara, White mengungkapkan bahwa antusiasme investor terhadap IPO Sunshine Silver bulan lalu mencerminkan meningkatnya apresiasi atas prospek produsen perak di tengah tingginya permintaan mineral kritis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pandangannya, keberadaan perak semakin vital seiring pesatnya pertumbuhan industri AI, pusat data, semikonduktor, jaringan listrik, dan perangkat elektronik canggih.

Sunshine Silver sukses mengumpulkan dana mencapai US$310,5 juta lewat aksi IPO setelah pihak penjamin emisi mengoptimalkan seluruh opsi kelebihan alokasi (overallotment).

Perusahaan ini melepas 23 juta lembar saham pada harga US$13,50 per saham serta resmi melantai di New York Stock Exchange (NYSE) beritiket saham SSMR.

White mengamati bahwa para investor tidak lagi membutuhkan penjelasan mengenai urgensi perak dalam ekosistem teknologi modern.

Pengembangan AI dan pembangunan pusat data berskala besar memerlukan pasokan logam dasar yang konsisten sebagai bahan baku utamanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa tingkat permintaan perak global saat ini jauh melampaui kapasitas produksi yang ada.

Sekalipun seluruh rencana proyek tambang perak baru dapat terealisasi sesuai jadwal, pasokan yang ada diprediksi tetap belum cukup mengatasi defisit pasar.

Situasi ini dipandang White sebagai peluang yang sangat menjanjikan bagi generasi baru perusahaan tambang perak.

Ia menyebutkan pergerakan harga perak yang lama tertahan di level US$20 per ounce kini melangkah ke fase baru, di mana rentang US$40–50 per ounce dinilai realistis dalam jangka panjang seiring permintaan yang terus merangkak naik.

Sunshine Silver sendiri sedang bersiap mengoperasikan kembali Sunshine Mine yang berlokasi di Silver Valley, Idaho, Amerika Serikat.

Kompleks tambang bersejarah tersebut diproyeksikan bakal menjadi salah satu produsen perak murni terbesar di AS.

Berbekal izin yang sudah dikantongi serta infrastruktur pendukung yang siap pakai, perusahaan yakin dapat memulainya lebih cepat dibandingkan proyek tambang baru lainnya.

Pihak manajemen membidik volume produksi hingga 6,7 juta ounce perak tiap tahun untuk kurun lima tahun pertama yang dimulai pada akhir 2028.

Di samping itu, Sunshine tengah mengevaluasi rencana pembangunan fasilitas pemurnian perak domestik guna mencetak batangan perak standar COMEX sekaligus memurnikan mineral kritis lain seperti antimon, tembaga, germanium, dan galium.

White menegaskan bahwa strategi integrasi dari hulu ke hilir ini akan memangkas ketergantungan Amerika Serikat pada rantai pasok mineral kritis impor sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar logam strategis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua