Breaking

Harga Batu Bara Diprediksi Stabil Tanpa Penurunan Tajam

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 28 Agustus 2026
Harga Batu Bara Diprediksi Stabil Tanpa Penurunan Tajam
Ilustrasi Impor batu bara dari Jepang, Taiwan, dan Korea meningkat pada 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Sektor batu bara masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued) meski harga komoditas mulai memasuki fase normalisasi. BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar memberi diskon berlebihan akibat ketidakpastian kebijakan, padahal fundamental sektor bergerak menuju keseimbangan lebih sehat.

Dalam riset Jumat (28/8/2026), rekomendasi overweight untuk sektor batu bara dipertahankan, namun rekomendasi taktis tiga bulan ke depan diturunkan menjadi netral karena ruang kenaikan jangka pendek terbatas.

Valuasi & Pasar Global:

  • Valuasi PE: 6,1x, atau 0,7 SD di bawah rata-rata 5 tahun.
  • Impor China & India: turun masing-masing 3% dan 18% YoY.
  • Impor Jepang, Taiwan, Korea: naik 4%, 3%, dan 20% YoY.
  • Produksi Indonesia: turun 8% YoY dalam 5 bulan pertama 2026.

Prospek Semester II-2026:

  • Harga batu bara diperkirakan normalisasi, tanpa penurunan tajam.
  • Revisi RKAB 10–12% berpotensi menambah kuota produksi.
  • Risiko DMO masih menekan ASP jangka pendek.
  • Harga HSD domestik naik 35–40% QoQ, menekan biaya operasi.

Kinerja Emiten:

  • EBITDA kuartal II-2026 diperkirakan flattish untuk AADI dan ITMG.
  • Timing lag antara ASP dan biaya operasional jadi faktor utama, bukan pelemahan fundamental.

Rekomendasi Analis:

  • AADI: buy, target Rp12.400 per saham.
  • ITMG: buy, target Rp34.000 per saham.

Dengan valuasi rendah dan prospek fundamental tetap sehat, sektor batu bara dinilai masih menarik untuk akumulasi jangka menengah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua