Breaking

Bitcoin Menguat 7,40 Persen, Berpeluang Capai 100.000 US Dolar

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 20 Agustus 2026
Bitcoin Menguat 7,40 Persen, Berpeluang Capai 100.000 US Dolar
Ilustrasi Harga Bitcoin menguat 7,40 persen mencapai US$69.059 pada Kamis (20/8/2026). (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga Bitcoin berpeluang kembali menguat menuju level US$100.000 pada akhir 2026.

Analis Standard Chartered Geoff Kendrick menilai membaiknya likuiditas setelah pemerintah Amerika Serikat meningkatkan dukungan terhadap pasar obligasi dapat menjadi katalis positif bagi Bitcoin.

Dalam catatan kepada klien yang dikutip Cointelegraph, Kendrick menyebut US$65.500 sebagai level teknikal penting Bitcoin. Jika harga mampu menembus level tersebut, kondisi itu berpotensi menjadi sinyal bahwa titik terendah siklus Bitcoin telah tercapai.

“Investor seharusnya mulai memposisikan diri untuk pergerakan menuju US$100.000 pada akhir 2026,” tulis Kendrick, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Kendrick, prospek Bitcoin tidak hanya didukung pola siklus empat tahunan aset kripto tersebut. Ia juga menyoroti kebijakan terbaru Departemen Keuangan AS yang meningkatkan dukungan likuiditas terhadap obligasi pemerintah bertenor panjang.

Pada Rabu (19/8/2026), Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan setidaknya dua kali lipat nilai maksimum program pembelian kembali atau buyback surat utang pemerintah AS bertenor panjang.

Ukuran maksimum operasi buyback untuk surat utang tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun dinaikkan dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Program tersebut berlaku mulai 9 September hingga 4 November 2026.

Pengumuman tersebut mendorong penurunan imbal hasil atau yield obligasi Treasury bertenor panjang. Kebijakan itu juga meredakan sebagian tekanan yang sebelumnya melanda pasar keuangan global akibat aksi jual obligasi.

Kendrick menilai kebijakan tersebut menjadi katalis yang menguntungkan bagi Bitcoin.

“Pengumuman Treasury pada Rabu adalah persis jenis kebijakan yang disukai Bitcoin,” tulisnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai Bitcoin secara historis cenderung diuntungkan oleh intervensi pemerintah yang meningkatkan likuiditas. Selain itu, pasokan Bitcoin yang terbatas membuat aset tersebut dinilai lebih tahan terhadap risiko pelemahan nilai mata uang akibat ekspansi likuiditas.

Prospek tersebut mulai terlihat dari pergerakan harga Bitcoin. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin melonjak lebih dari 6% hingga mendekati US$69.000 pada perdagangan Rabu pagi waktu AS.

Level tersebut menjadi harga tertinggi Bitcoin sejak awal Juni 2026.

Kendrick sebelumnya menilai dinamika siklus empat tahunan Bitcoin menunjukkan aset kripto tersebut semakin dekat dengan titik terendah siklus.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$65.500 dan momentum likuiditas terus membaik, Kendrick melihat peluang bagi Bitcoin melanjutkan reli menuju US$100.000 pada akhir 2026.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (20/8/2026) pukul 10.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$69.059, menguat 7,40% dalam 24 jam terakhir.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua