Breaking

Laba Diproyeksi Melejit, 2 Saham AI Korea Masih Murah

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 13 Agustus 2026
Laba Diproyeksi Melejit, 2 Saham AI Korea Masih Murah
Ilustrasi Saham kedua perusahaan memori Korea ini dinilai masih undervalued oleh analis KB Securities. (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Samsung Electronics (KS:005930) dan SK Hynix (NASDAQ:SKHY) (KS:000660), dua raksasa memori asal Korea, dinilai "sangat undervalued" oleh analis KB Securities Jeff Kim.

Penilaian tersebut disampaikan setelah kedua saham anjlok lebih dari 40% dari level puncak sebelumnya akibat likuidasi paksa posisi berleverage dengan kredit yang berlebihan.

Berdasarkan penutupan Rabu, Samsung Electronics diperdagangkan pada 3,7x estimasi price-to-earnings (P/E) tahun 2027. Sementara itu, SK Hynix diperdagangkan pada 3,2x.

Analis memproyeksikan laba operasional Samsung Electronics dan SK Hynix pada 2027 masing-masing sebesar 575 triliun won dan 389 triliun won. Angka tersebut masing-masing setara dengan 13,2x dan 8,2x dari level pada 2025.

Kesenjangan antara proyeksi pertumbuhan laba dan valuasi saat ini menunjukkan bahwa "perbaikan laba yang diperkirakan pada 2027 hampir belum tercermin dalam harga". Kondisi tersebut mengindikasikan "ruang yang signifikan untuk re-rating," tulis Kim, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proyeksi Laba
Laba jangka pendek kedua perusahaan juga diperkirakan melonjak tajam. Samsung Electronics diproyeksikan membukukan laba operasional kuartal ketiga 2026 sebesar 112 triliun won, naik 817% secara year-over-year dengan margin operasional 55%.

Proyeksi tersebut akan menjadi rekor tertinggi selama empat kuartal berturut-turut, meningkat dari 20 triliun won pada kuartal keempat 2025.

SK Hynix juga diperkirakan membukukan laba operasional kuartal ketiga sebesar 77 triliun won, naik 579% secara year-over-year dengan margin operasional 78%.

Pertumbuhan tersebut dikaitkan dengan komitmen kedua perusahaan yang mengalokasikan lebih dari 60% produksinya dalam perjanjian jangka panjang lima tahun dengan para hyperscaler, di tengah kenaikan harga memori.

Dalam proyeksi yang lebih panjang, gabungan laba operasional Samsung Electronics dan SK Hynix diperkirakan naik dari 91 triliun won pada 2025 menjadi 641 triliun won pada 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 382 triliun won untuk Samsung Electronics dan 259 triliun won untuk SK Hynix. Pada 2027, gabungan laba operasional keduanya diproyeksikan mencapai sekitar 964 triliun won, masing-masing 575 triliun won dan 389 triliun won.

Gabungan kapitalisasi pasar kedua perusahaan saat ini berada di sekitar 2.593 triliun won. Menurut Kim, angka tersebut menunjukkan potensi re-rating yang signifikan seiring dengan pertumbuhan laba.

Katalis Re-Rating
Imbal hasil bagi pemegang saham juga dinilai dapat menjadi katalis. Kim mengatakan kebijakan imbal hasil yang akan datang dari kedua perusahaan "seharusnya mendorong re-rating valuasi dan reli harga saham," dengan membandingkannya dengan pola yang terlihat pada TSMC, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Imbal hasil bagi pemegang saham Samsung Electronics selama tiga tahun ke depan diperkirakan mencapai setidaknya 600 triliun won. Dividend yield perusahaan juga diproyeksikan berada di atas 7%.

Level tersebut diyakini analis "dapat menjadi katalis kuat bagi arus masuk dari mega-fund global". Kondisi itu berpotensi memperkuat dinamika perdagangan saham dalam jangka panjang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kami tetap memilih SEC dan SKH sebagai pilihan utama kami," simpul Kim, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham SK Hynix berada di level 1.593.000,00, naik 89.000 atau 5,92%. Saham Samsung Electronics menguat 4,89%, sedangkan saham SK Hynix versi ADR naik 8,58%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua