4 Faktor Pendorong Harga Emas Melonjak Rp50.000 Hari Ini
JAKARTA – Harga emas dunia mengalami lonjakan tajam pada sesi perdagangan Kamis (6/8/2026) yang menjadi kenaikan harian tertinggi sejak Februari.
Harga emas spot tercatat melonjak lebih dari 4 persen hingga berada di kisaran US$4.250 per troy ounce setelah sempat bergerak tipis pada dua hari awal pekan ini, diikuti pula oleh penguatan harga perak.
Peningkatan harga emas ini didorong oleh harapan akan segera dibukanya kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan mengenai pembukaan jalur tersebut berpotensi tercapai dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan beban ekonomi global akan berkurang sekaligus memengaruhi proyeksi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Selain itu, pelemahan nilai tukar dolar AS turut menjadi pendorong utama menguatnya harga logam mulia ini.
Pelemahan greenback membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga meningkatkan permintaan pasar.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed juga tampak mulai berkurang.
Saat ini pasar memproyeksikan The Fed hanya memangkas atau menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir 2026, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yaitu dua kali.
Prospek kebijakan moneter yang tidak terlalu agresif ini memberi angin segar bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (yield).
Aksi beli investor juga terdorong oleh faktor teknikal setelah harga emas berhasil melewati tingkat resistance penting.
"Penembusan level tersebut memicu gelombang pembelian baru dari investor, sehingga mempercepat kenaikan harga emas," kata Kepala Strategi Logam MKS PAMP, Nicky Shiels, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Nicky Shiels menambahkan bahwa emas masih berpeluang menguat mendekati rapat kebijakan The Fed pada September mendatang jika dolar AS tetap tertekan atau kekhawatiran inflasi bertahan tinggi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meskipun melonjak tajam hari ini, posisi harga emas sebenarnya masih berada di bawah tingkat sebelum pecahnya perang Iran.
Harga emas sempat merosot hampir 20 persen sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari 2026 akibat melambungnya harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan kembali bahwa bank sentral siap menaikkan suku bunga jika inflasi tidak melandai menuju sasaran 2 persen, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada penutupan perdagangan di New York, emas spot terangkat 4,2 persen ke kisaran US$4.248,45 per troy ounce bersanding dengan kenaikan perak di atas 4 persen.
Pelemahan indeks dolar AS menjadi penopang tambahan bagi penguatan harga komoditas logam mulia tersebut.
Berikut adalah rincian harga emas Antam di Indonesia hari ini:
0,5 gram: Rp 1.389.500
1 gram: Rp 2.679.000
2 gram: Rp 5.298.000
3 gram: Rp 7.922.000
5 gram: Rp 13.170.000
10 gram: Rp 26.285.000
25 gram: Rp 65.587.000
50 gram: Rp 131.095.000
100 gram: Rp 262.112.000
250 gram: Rp 655.015.000
500 gram: Rp 1,309 miliar
1.000 gram: Rp 2,620 miliar