Breaking

Harga Emas Naik Level Tertinggi 7 Pekan Saham HRTA dan ARCI Menguat

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 06 Agustus 2026
Harga Emas Naik Level Tertinggi 7 Pekan Saham HRTA dan ARCI Menguat
Ilustrasi Emas (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham emiten produsen emas kembali menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026) seiring reli harga emas dunia yang berlanjut ke level tertinggi dalam tujuh pekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.24 WIB, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mendaki 6,00 persen ke Rp2.120 per unit, disusul PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang naik 5,19 persen ke Rp1.215 per unit.

Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,46 persen, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) naik 2,61 persen, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bertambah 2,06 persen.

Tak hanya itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terapresiasi 2,21 persen, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 1,35 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 1,36 persen.

Sentimen positif datang dari pasar global setelah harga emas spot naik selama empat hari berturut-turut hingga Kamis dan sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan.

Harga emas spot naik 1,10 persen menjadi USD4.294 per troy ons pada pukul 09.28 WIB, yang merupakan level tertinggi sejak 18 Juni.

Pada perdagangan Rabu, logam mulia tersebut mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari.

Analis Pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan reli tajam emas dipicu meningkatnya optimisme bahwa terobosan diplomatik di Timur Tengah semakin dekat.

"Optimisme tersebut berpotensi menjaga tekanan terhadap harga minyak, mengurangi kebutuhan bank sentral untuk menaikkan suku bunga, dan menjadi katalis positif bagi harga emas," ujar Sycamore sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Jika harga emas mampu menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan (moving average/MA) 200 hari, maka peluang pemulihan yang lebih kuat menuju level USD5.000 per ons akan semakin terbuka," lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelumnya, seorang sumber senior Iran dan dua pejabat kawasan mengatakan bahwa rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lima bulan antara Iran dan Amerika Serikat akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak kembali melemah pada Kamis.

Meski demikian, harga emas spot masih turun sekitar 19 persen sejak konflik AS-Iran pecah pada 28 Februari.

Penurunan itu dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan mendorong inflasi sehingga memaksa bank sentral menaikkan suku bunga.

Emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Seiring meningkatnya optimisme terhadap penyelesaian konflik, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September juga menurun.

Peluang kenaikan suku bunga kini berada di kisaran 55 persen, turun dari 67 persen dua hari sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua