Breaking

The Fed Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Mulai September

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 06 Agustus 2026
The Fed Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Mulai September
Ilustrasi perbedaan suara muncul di FOMC terkait strategi pengendalian inflasi. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan The Fed sebaiknya mulai menaikkan suku bunga secara bertahap untuk menekan inflasi. Dalam wawancara dengan CNBC, ia mengatakan kenaikan bisa dimulai paling cepat September, meski belum ada jadwal pasti.

Pada rapat FOMC pekan lalu, Kashkari menjadi satu dari tiga pejabat yang berbeda pendapat dengan mengusulkan kenaikan 25 basis poin. Sembilan anggota lainnya memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen.

Menurut Kashkari, kondisi ekonomi saat ini belum menunjukkan bahwa kebijakan moneter cukup ketat. Ia menilai laba perusahaan masih kuat, konsumsi rumah tangga bertahan, dan pasar tenaga kerja solid. Karena itu, ia berpendapat kenaikan bunga bertahap lebih baik dibanding menunggu hingga inflasi mengakar.

Data inflasi Juni menunjukkan perbaikan setelah ketegangan di Timur Tengah mereda dan harga minyak turun. Namun Kashkari tetap khawatir tekanan inflasi akibat gangguan pasokan. Ia menegaskan keputusan FOMC September akan bergantung pada data ekonomi terbaru.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September, dengan kemungkinan lebih besar pada Oktober. Kashkari menegaskan dirinya tidak mengusulkan kenaikan drastis, melainkan langkah kecil yang konsisten.

Pandangan ini berbeda dengan Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson yang menilai suku bunga saat ini sudah cukup memberikan tekanan moderat sehingga lebih tepat dipertahankan.

Perbedaan suara di FOMC menjadi sorotan, dengan Kashkari menekankan bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi tekanan, melainkan meminta setiap anggota mengambil keputusan terbaik bagi perekonomian.

Kebijakan bunga bertahap ini menunjukkan perbedaan strategi dalam menghadapi inflasi dan arah kebijakan The Fed ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua