Breaking

Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 18.027 per Dolar AS

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 04 Agustus 2026
Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 18.027 per Dolar AS
Ilusrasi Rupiah Kembali Melemah (FOTO: NET)

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah (IDR) tercatat kembali tertekan berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan sesi perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.

Pada penutupan sore hari ini, rupiah mengalami penurunan sebesar 30 poin (0,17%) hingga menyentuh Rp 18.027 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp 17.997 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi selaku Direktur PT. Traze Andalan Futures menyampaikan bahwa pelemahan mata uang garuda terjadi usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 450 juta pada Juni 2026.

Penyebab utama timbulnya defisit Juni 2026 tersebut berasal dari sektor komoditas migas yang mencatatkan defisit US $3,49 miliar, terutama dipicu oleh komoditas hasil minyak serta minyak mentah.

Selain itu, penurunan cadangan devisa Indonesia hingga berada di level US$ 145 miliar pada akhir Juli 2026 turut memicu pelemahan rupiah.

Penyusutan cadangan devisa ini teralokasi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan melunasi utang luar negeri milik pemerintah. Angka cadangan devisa tersebut terhitung melandai bila dibandingkan pencapaian tertingginya di level US$ 156,5 miliar pada akhir Desember 2025.

Melihat faktor eksternal, mata uang rupiah terdesak lantaran meningkatnya eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran usai Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada agenda maupun proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.

"Sementara dari segi data ekonomi, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) pada bulan Juli meningkat dari 53,3 menjadi 55,6, melampaui perkiraan 54. Laporan tersebut menunjukkan permintaan yang berkelanjutan, kejelasan tentang tarif, dan hilangnya gangguan pasokan terkait Perang Teluk, yang meningkatkan permintaan di pasar kerja," sorot Ibrahim dalam keterangannya, Senin (4/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perhatian para pelaku pasar pada hari ini tertuju pada rilis data Lowongan Kerja JOLTS nanti malam pukul 21.00 WIB. Di samping itu, rilis Data Ketenagakerjaan Non-Pertanian (NFP) pada hari Jumat juga menjadi fokus perhatian pasar sepanjang pekan ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua