Breaking

Danantara Tunda Penerbitan Obligasi Dolar Jangka Panjang

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Minggu, 02 Agustus 2026
Danantara Tunda Penerbitan Obligasi Dolar Jangka Panjang
Ilustrasi Danantara menunda penerbitan obligasi dolar akibat permintaan imbal hasil investor yang meningkat. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Rencana Indonesia Sovereign Wealth Fund, Danantara, untuk menerbitkan obligasi dolar berjangka panjang ditunda. Kondisi pasar obligasi global yang bergejolak membuat penerbitan utang menjadi semakin menantang.

Menurut sumber Bloomberg, pekan lalu Danantara telah menunjuk sejumlah bank untuk mempersiapkan penerbitan obligasi dolar. Namun, lonjakan yield US Treasury setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga membuat investor meminta imbal hasil lebih tinggi dibanding target Danantara.

Yield US Treasury tenor 30 tahun bahkan mencapai level tertinggi dalam 19 tahun. Investor menginginkan yield di kisaran tinggi 6 persen, sementara Danantara menargetkan kisaran rendah 6 persen.

Direktur Fixed Income Asia UOB Asset Management, Melvin Chan, menyebut ketidaksesuaian ekspektasi ini membuat penerbit menunggu momentum lebih kondusif.

“Penerbit obligasi memang selalu berupaya memilih momentum terbaik untuk masuk ke pasar dan tidak jarang menunda maupun melanjutkan kembali rencana penerbitan,” ujar Chan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Managing Director DIM, Djamal Attamimi, menegaskan bahwa Danantara selalu mempertimbangkan aspek durasi, eksposur mata uang, dan tujuan pembiayaan sebelum masuk pasar.

Sejumlah faktor domestik juga menekan sentimen, termasuk mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pelemahan rupiah, serta defisit transaksi berjalan.

Head of Asia Credit Strategy CreditSights Singapore, Zerlina Zeng, menilai waktu penerbitan obligasi Danantara kurang menguntungkan. Investor juga masih berhati-hati karena rekam jejak Danantara sebagai lembaga baru belum teruji sepenuhnya.

Danantara baru berdiri lebih dari satu tahun, mengelola aset negara sekitar 900 miliar US dolar. Bulan lalu, lembaga ini berhasil menghimpun 1,5 miliar US dolar dari penerbitan obligasi dolar tenor lima dan 10 tahun.

Penerbitan obligasi internasional berikutnya akan menjadi ujian penting bagi kredibilitas Danantara. Investor menilai keberhasilan transaksi dapat menjadi sinyal kepercayaan terhadap lembaga ini sebagai kendaraan pendanaan jangka panjang.

Melvin Chan menambahkan, investor sebenarnya akan menyambut baik jika Danantara tetap masuk pasar, meski harus menawarkan yield lebih tinggi sebagai kompensasi risiko.

Sebelumnya, Danantara menunjuk Citigroup, HSBC, JPMorgan Chase, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan Standard Chartered sebagai penjamin emisi. Namun, belum ada kepastian kapan obligasi dolar jangka panjang tersebut akan kembali ditawarkan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua