Breaking

Saham SpaceX Dekati Harga IPO, Uji Starship Jadi Penentu

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 14 Juli 2026
Saham SpaceX Dekati Harga IPO, Uji Starship Jadi Penentu
Saham SpaceX mendekati harga IPO setelah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa minggu terakhir. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Saham SpaceX terus menerima tekanan serta saat ini diperdagangkan hampir kembali ke tingkat harga IPO.

Meskipun demikian, situasi tersebut belum menggambarkan krisis bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk itu.

SpaceX mencatatkan saham di bursa Nasdaq pada harga USD135 per saham dengan mendapatkan dana IPO senilai USD85,7 miliar, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Pada saat perdana melantai, valuasi perusahaan menembus USD1,7 triliun serta sempat melesat hingga kapitalisasi pasarnya mencapai USD2,67 triliun.

Akan tetapi, reli tersebut tidak berlangsung awet.

Pada perdagangan Senin (13/7/2026), saham SpaceX sempat menyentuh USD136,78 sebelum berhenti di USD139,14, merosot 4,2 persen dalam sehari.

Dari posisi puncaknya pada 16 Juni, saham SpaceX telah terdepresiasi sekitar 39,4 persen, sehingga nilai pasar berkurang USD831 miliar.

Penurunan itu pun menjadikan SpaceX merosot ke posisi ketujuh perusahaan dengan kapitalisasi pasar paling besar di Amerika Serikat (AS).

Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners menilai, melemahnya harga saham SpaceX yang menghampiri harga IPO belum bisa digolongkan sebagai krisis.

"SpaceX yang kembali mendekati harga IPO masih jauh dari kondisi krisis. Ini lebih mencerminkan premi ekspektasi yang sempat melekat pada saham tersebut mulai mereda dalam jangka pendek," ujarnya dikutip dari Sumbernya, Selasa (14/7/2026).

Sejak awal, valuasi SpaceX memang memicu perdebatan.

Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sekitar USD18,6 miliar dengan rugi bersih sekitar USD4,9 miliar.

Sebagai perbandingan, Broadcom mencatatkan pendapatan USD63,9 miliar serta laba bersih USD23,1 miliar pada tahun fiskal terakhirnya.

Kendati begitu, optimisme penanam modal masih berpegang pada ambisi besar SpaceX, mulai dari kolonisasi Mars, pembangunan jaringan melebihi satu juta satelit, sampai proyek infrastruktur di bulan.

SpaceX memprediksi potensi pasar yang bisa dikelola mencapai USD28,5 triliun, sementara sejumlah analis Wall Street masih menjaga sasaran harga yang agresif.

Kepala Riset Horizon Investments, Mike Dickson, mengatakan seiring berjalannya waktu penanam modal akan semakin memperhatikan fundamental bisnis perusahaan.

"Investor pada akhirnya akan menilai SpaceX berdasarkan kinerja berbagai lini usahanya, bukan lagi sekadar euforia setelah IPO," katanya.

Tekanan terhadap saham pun terjadi walaupun SpaceX baru saja masuk ke indeks Nasdaq-100, yang memicu pembelian oleh penanam modal pasif.

Di sisi lain, jumlah saham beredar yang relatif minim menjadikan pergerakan harga menjadi lebih volatil.

Dalam tempo singkat, perhatian pasar akan mengarah pada uji terbang ke-13 roket Starship yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Misi tersebut menjadi salah satu katalis krusial karena Starship merupakan tulang punggung pengembangan layanan Starlink serta strategi kecerdasan buatan (AI) SpaceX.

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah memberikan izin peluncuran setelah menghentikan penyelidikan atas kegagalan peluncuran sebelumnya.

Pada misi kali ini, SpaceX pun berencana mengirim 20 satelit Starlink V3 memakai Starship untuk perdana kalinya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua