Breaking

PNM Gandeng Danantara Salurkan Pembiayaan UMKM hingga Daerah 3 Triliun

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 14 Juli 2026
PNM Gandeng Danantara Salurkan Pembiayaan UMKM hingga Daerah 3 Triliun
Karyawati beraktivitas di kantor PT Permodalan Nasional Madani (PNM). (Foto: bisnis.com)

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil menyalurkan modal usaha kepada lebih dari 23 juta nasabah ultra mikro hingga pertengahan Juni 2026. 

Data tersebut merepresentasikan ekspansi penyaluran pembiayaan ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) guna mendorong para pelaku UMKM, khususnya pada skala ultra mikro, agar dapat naik kelas yang kini tengah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) jalankan. 

Tidak hanya itu, percepatan ini juga berjalan selaras dengan visi PNM dalam menyokong kontribusi kaum perempuan agar dapat berkembang, terutama di sektor perekonomian. 

Agenda agresif tersebut diperkuat lewat kolaborasi strategis antara PNM dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Sinergi ini ditujukan untuk memangkas batasan geografis maupun kendala finansial yang selama ini dihadapi oleh para pengusaha kecil di wilayah pelosok. 

Lewat skema program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), langkah pemberdayaan tidak cuma bertumpu pada penyaluran modal formal semata, melainkan juga dibarengi dengan bimbingan usaha yang menyeluruh.

Direktur Utama PNM Kindaris menguraikan, keberhasilan dari program ini terletak pada konsep penyatuan tiga pilar modal utama, yaitu modal finansial, modal intelektual, serta modal sosial. PNM memberikan sokongan bukan hanya dari sisi pendanaan usaha, tetapi juga menyertai nasabah melalui program pelatihan, pemahaman keuangan, pemahaman usaha, dan peningkatan kapasitas (capacity building). 

Pihaknya bertekad memastikan seluruh nasabah memperoleh peluang untuk berkembang hingga akhirnya sanggup naik kelas. 

Kolaborasi kokoh antara PNM dan Danantara pun diharapkan dapat mengakselerasi inklusi keuangan nasional secara masif, sekaligus mengokohkan fondasi ekonomi masyarakat di tingkat paling bawah (grass root). 

Hingga Juni 2026, PNM telah beroperasi melalui 4.035 unit pelayanan, di mana 516 unit di antaranya tersebar di wilayah 3T. Ini berarti lebih dari 10% dari total jaringan layanan PNM telah menjangkau daerah-daerah dengan rute dan medan yang penuh tantangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap nasabah mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Hal inilah yang kami sebut sebagai memberikan modal finansial, sosial, dan intelektual” ujar Kindaris.

Berdasarkan data hasil studi, kucuran pembiayaan yang disalurkan oleh PNM terbukti ikut menyumbang stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi. Riset dari INDEKSTAT (2025) memperlihatkan bahwa pendapatan bersih yang dikantongi nasabah PNM Mekaar tumbuh sebesar Rp875.738 per bulan. 

Sementara itu, indeks kemampuan dalam mengembangkan bidang usaha terkerek naik sebesar 28,73% atau bergeser dari tingkat rendah menuju ke tingkat sedang. 

Tidak cuma INDEKSTAT, kajian dari LPEM memaparkan bahwa dampak ekonomi tersebut memberikan pengaruh pada naiknya tingkat konsumsi rumah tangga hingga mencapai Rp7,13 triliun sampai tahun 2025, serta berhasil membawa 2,35 juta nasabah naik kelas menuju sektor keuangan formal yang lebih tinggi.

Pencapaian positif dalam pemberdayaan pasar ultra mikro ini juga mendapatkan sambutan hangat dari pihak induk pengelola investasi negara tersebut. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan apresiasi atas pencapaian seluruh BUMN, termasuk PNM, yang secara konsisten menjaga tren pertumbuhan di jalur positif. 

Kinerja apik yang diperlihatkan oleh PNM dalam merangkul puluhan juta nasabah ultra mikro menjadi bukti konkret bahwa sistem pemberdayaan kelompok ini berjalan secara efektif. 

Dony memandang, peningkatan kinerja BUMN ini sejalan dengan komitmen Danantara untuk mengoperasikan bisnis yang berpijak pada keterbukaan informasi serta senantiasa menerapkan tata kelola yang akuntabel dan bertanggung jawab.

Berbekal dukungan penuh dari Danantara, Kindaris merasa optimistis PNM dapat terus mengatrol jumlah nasabah yang naik kelas, sekaligus menekan populasi keluarga prasejahtera di wilayah terpencil di seluruh penjuru Indonesia. Melalui sistem tata kelola yang sehat, PNM berkomitmen untuk mengalirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat luas.

"Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” tutup Kindaris.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua