Breaking

ASDP Perkuat Konektivitas Sape–Labuan Bajo Dorong Ekonomi

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 13 Juli 2026
ASDP Perkuat Konektivitas Sape–Labuan Bajo Dorong Ekonomi
Pelabuhan Sape memperkuat konektivitas laut menuju Labuan Bajo sebagai pintu utama transportasi dan ekonomi. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Akses menuju Labuan Bajo sebagai salah satu tujuan wisata unggulan nasional tidak hanya bergantung pada jalur udara. Jalur laut melalui Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, juga memegang peranan krusial sebagai akses utama menuju Pulau Flores.

Setiap bulan, ribuan orang serta kendaraan memakai rute ini, menjadikannya bukan sekadar rute penyeberangan, melainkan juga jalur vital yang menggerakkan bidang pariwisata, perdagangan, dan kegiatan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Demi menjamin konektivitas itu tetap terjaga, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperbaiki keandalan layanan penyeberangan di Pelabuhan Sape.

Pelabuhan ini memiliki kedudukan strategis sebagai pintu transportasi laut yang menyambungkan Nusa Tenggara Barat dengan Nusa Tenggara Timur, sekaligus mendukung kelancaran arus barang, mobilitas warga, serta akses pelancong menuju Labuan Bajo dan beragam tujuan unggulan lainnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan Pelabuhan Sape memiliki fungsi yang semakin vital dalam memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan.

Dirinya menyebut, pelabuhan tersebut tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi yang membuka akses ke pusat perdagangan, wilayah produktif, dan destinasi wisata berkelas dunia.

“Pelabuhan Sape memiliki peran penting sebagai penghubung masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi maupun destinasi pariwisata unggulan,” ujar Heru dalam keterangannya Minggu (12/7/2026).

“Melalui layanan penyeberangan yang andal, ASDP berkomitmen menghadirkan konektivitas yang mampu mendorong pemerataan ekonomi sekaligus membuka akses terhadap potensi daerah," ujar Heru.

Labuan Bajo sendiri telah berkembang menjadi destinasi wisata global yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, Pink Beach, hingga Desa Wae Rebo yang makin digemari sebagai tujuan wisata budaya berkat keunikan rumah adat Mbaru Niang serta panorama alam pegunungannya.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa ASDP telah berkontribusi dalam pengembangan wilayah pariwisata super prioritas Labuan Bajo lewat pembangunan Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Dirinya mengatakan, hadirnya kawasan tersebut menjadi salah satu landasan penguatan destinasi sekaligus melengkapi ekosistem layanan pariwisata di Labuan Bajo yang semakin terintegrasi.

“Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Sape–Labuan Bajo telah melayani sebanyak 12.903 penumpang dan 6.935 kendaraan,” kata Windy.

“Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan Flores," lanjut Windy.

Di sisi lain, Pelabuhan Sape juga menjadi jalur utama konektivitas bagi area Bima dan bagian timur Pulau Sumbawa.

Pelabuhan ini membuka akses menuju pusat perdagangan, kegiatan ekonomi, serta mendukung kelancaran distribusi logistik yang menjadi penopang kehidupan warga.

Potensi Bima pun terus berkembang.

Destinasi seperti Pulau Kelapa, Pantai Pink, dan Tanjung Meriam menawarkan pengalaman wisata bahari, mulai dari snorkeling hingga melihat lumba-lumba di habitat aslinya.

Selain itu, sektor peternakan sapi dan kambing serta komoditas perkebunan kelapa menjadi fondasi ekonomi yang menopang kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saat ini ASDP Cabang Sape melayani lima lintasan strategis dengan dukungan empat armada, yakni KMP Cakalang, KMP Cucut, KMP Komodo, dan KMP Tongkol,” ujarnya dari Sumbernya.

Kehadiran armada tersebut memastikan mobilitas orang maupun pengiriman barang tetap berjalan dengan baik.

Dirinya menjelaskan, sebagai rute vital nasional, pihak dari Sumbernya akan terus menjaga keandalan layanan penyeberangan sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui layanan yang semakin andal, ASDP berharap dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, memperkuat distribusi logistik, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat," tutup Windy

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua