Breaking

IHSG Rebound ke Zona Hijau di Sesi I, Didorong Saham Komoditas

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 09 Juli 2026
IHSG Rebound ke Zona Hijau di Sesi I, Didorong Saham Komoditas
Ilustrasi logo Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: KOMPAS.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mengakhiri perdagangan Sesi I pada Kamis (9/7/2026) di area positif lewat kenaikan sebesar 12,32 poin (0,21%) pada posisi 5.885.

Di sepanjang hari, pergerakan IHSG terpantau fluktuatif dengan sempat terperosok cukup dalam hingga pada akhirnya mampu bangkit ke zona hijau. 

Rentang pergerakan indeks berada pada posisi terendah 5.839 hingga menyentuh angka tertingginya di 5.904.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi di pasar saham berjalan mencapai Rp6,71 triliun dengan volume saham yang diperjualbelikan sebanyak 16,66 miliar lembar. 

Aktivitas ini tercatat bergulir lewat frekuensi perdagangan sebanyak 1,47 juta kali.

Dalam perdagangan tersebut, terdapat 319 saham yang mengalami penguatan dan sebanyak 268 saham bergerak melemah. Sementara itu, 199 saham lainnya terpantau jalan di tempat.

Deretan saham tertentu hadir sebagai motor penggerak bagi keberhasilan bangkitnya IHSG pada perdagangan siang hari ini. 

Adapun kelompok saham barang baku, saham energi, serta saham transportasi membukukan kenaikan paling tinggi, masing-masing sebesar 1,56%, 1,42%, dan 1,39%.

Melesatnya posisi IHSG hingga berbalik arah merupakan dampak langsung dari laju penguatan saham PT Amman Mineral Tbk (AMMN) sampai saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Berikut adalah daftar beberapa saham tersebut merujuk pada data Bloomberg:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 4,24 poin
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 2,99 poin
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 2,59 poin
  • PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 2,47 poin
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 2,46 poin
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyumbang 2,31 poin
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyumbang 2,05 poin
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memangkas 2,04 poin
  • PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menyumbang 1,29 poin
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 1,26 poin

Di sisi lain, saham-saham blue chip yang masuk dalam indeks LQ45 turut berperan selaku penyokong laju kenaikan IHSG. 

Di antaranya yakni PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melaju naik 3,71%, PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) terapresiasi sebesar 3,18%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat senilai 2,89%, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang bertambah 2,51%.

Kendati demikian, terdapat pula barisan saham yang menahan laju pergerakan IHSG, beberapa di antaranya yaitu:

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memangkas 4,41 poin
  • PT Astra International Tbk (ASII) memangkas 3,28 poin
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memangkas 2,77 poin
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memangkas 2,22 poin
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memangkas 1,85 poin

Di tengah momentum kebangkitan IHSG, para pelaku pasar masih terus menganalisis rilis data Bank Indonesia (BI) mengenai hasil Survei Penjualan Eceran paling baru. 

Di periode Mei, tingkat penjualan eceran atau ritel didapati mengalami penyusutan (tumbuh negatif) baik dalam perhitungan bulanan maupun tahunan, dan pola yang sama diproyeksikan bakal berulang di periode Juni.

Bank Sentral Indonesia mengabarkan aktivitas penjualan ritel yang tergambar lewat Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk masa Mei berada di angka 223,4. 

Angka ini turun sebesar 3,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau merosot lebih dalam bila dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang berada di level 3,7% yoy.

Dalam basis bulanan (month-to-month/mtm), performa penjualan eceran di periode Mei terpangkas senilai 1,5%. 

Walaupun mencatatkan penurunan, kondisi ini dinilai jauh lebih kondusif bila disandingkan dengan performa bulan sebelumnya yang sempat terkontraksi sedalam 11,6% mtm.

Sedangkan untuk masa Juni, pihak BI memproyeksikan posisi IPR bakal menyentuh level 221,6, atau menyusut sebesar 4,4% yoy. 

Secara bulanan, performa dari penjualan eceran di sepanjang bulan Juni diperkirakan mengalami penurunan di angka 0,8%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua