Laba Ramayana (RALS) Turun 11,28% di Kuartal I-2026 Jadi Rp32,15 M
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Laba Ramayana RALS tercatat turun 11,28% pada kuartal I-2026 menjadi Rp32,15 miliar di tengah dinamika pasar ritel.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) baru saja merilis laporan keuangan teranyar untuk periode tiga bulan pertama tahun 2026. Dalam laporan tersebut, emiten ritel ini mencatatkan realisasi laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp32,15 miliar.
Angka ini memperlihatkan adanya penurunan dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada kuartal I-2025, perusahaan tercatat berhasil mengantongi laba bersih hingga mencapai angka Rp36,24 miliar.
Baca JugaInabuyer Buka Pintu Kemitraan UMKM Bersama PLN Hingga Indomaret
Jika dikalkulasi secara persentase, maka penurunan laba Ramayana RALS ini menyentuh angka sekitar 11,28% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Kondisi ini terjadi meskipun aktivitas perdagangan di sektor ritel tetap menunjukkan geliat yang cukup stabil di awal tahun.
Beralih ke sisi pendapatan, perusahaan melaporkan nilai penjualan bruto yang mencapai angka Rp945,12 miliar. Realisasi ini sejatinya mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan dengan periode Maret 2025 yang sebesar Rp938,45 miliar.
Namun, setelah dikurangi potongan penjualan dan pajak pertambahan nilai, pendapatan bersih perseroan menjadi Rp621,45 miliar. Nilai pendapatan bersih ini sedikit melandai dari capaian tahun lalu yang berada di angka Rp625,18 miliar.
Penyebab utama dari tergerusnya laba Ramayana RALS adalah adanya peningkatan pada beban pokok penjualan. Tercatat beban pokok barang yang dijual naik menjadi Rp315,22 miliar dari posisi sebelumnya Rp305,10 miliar.
Kenaikan biaya operasional ini memberikan tekanan pada margin laba kotor perusahaan di awal tahun 2026. Laba kotor perseroan pun tercatat turun menjadi Rp306,23 miliar dibandingkan Rp320,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, beban umum dan administrasi juga ikut mengalami penyesuaian yang memengaruhi hasil akhir laba bersih. Meskipun demikian, perusahaan masih mampu menjaga posisi kas dan setara kas dalam kondisi yang cukup sehat.
Secara rinci, aset perusahaan hingga akhir Maret 2026 tercatat berada di angka Rp5,12 triliun. Posisi ini menunjukkan stabilitas aset jika dibandingkan dengan total aset pada akhir Desember 2025 yang lalu.
Liabilitas perseroan juga terpantau berada di level Rp1,34 triliun pada akhir kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp3,78 triliun untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Penurunan laba Ramayana RALS ini menjadi sorotan para pelaku pasar yang memantau pergerakan saham sektor ritel. Meskipun laba melandai, efisiensi operasional tetap menjadi fokus manajemen untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sektor ritel memang menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga daya beli masyarakat di awal tahun 2026. Kenaikan harga pokok produksi dan distribusi menjadi faktor eksternal yang sulit dihindari oleh emiten seperti RALS.
Manajemen terus berupaya mengoptimalkan kinerja gerai-gerai yang ada demi mendongkrak kembali margin keuntungan. Strategi pemasaran dan promosi musiman diharapkan mampu memperbaiki performa laba pada kuartal-kuartal berikutnya di tahun ini.
Para investor kini menanti langkah strategis selanjutnya dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk dalam membalikkan keadaan. Kinerja kuartal kedua biasanya menjadi penentu mengingat adanya momentum hari besar keagamaan yang biasanya mendongkrak penjualan ritel.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
KH Muhammad Cholil Nafis dan Sigit Pramono Diangkat Jadi Komisaris BSI
- Selasa, 05 Mei 2026












