QRISMA Fest 2026 Dorong UMKM Malang Bertransformasi Digital
- Rabu, 06 Mei 2026
MALANG – Angka transaksi nontunai di Kota Malang yang mencapai 73 persen dari total 28 juta transaksi di wilayah kerja Bank Indonesia Malang menjadi latar kuat digelarnya QRISMA Fest 2026, sebuah festival digitalisasi pembayaran yang resmi dibuka di kawasan Kayutangan Heritage, Senin (4/5/2026). Festival bertajuk "Gema Kadjoe Tangan" ini merupakan inisiatif Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang yang menggandeng Pemerintah Kota Malang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, pelaku UMKM, serta komunitas wisata.
Kepala KPwBI Malang Indra Kuspriyadi mengungkapkan bahwa capaian transaksi digital Kota Malang memang sangat menonjol dibanding daerah lain di wilayah kerjanya. "Dari total 28 juta transaksi di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja kami, sebanyak 20 juta transaksi terjadi di Kota Malang. Artinya, 73 persen aktivitas nontunai di wilayah BI Malang, berasal dari kota ini," ujar Indra, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pertumbuhan nilai transaksi QRIS di Kota Malang pada Maret 2026 turut mencatat rekor, yakni melonjak hingga 182 persen secara year-on-year. Dari sisi nominal, Kota Malang menyumbang Rp1,27 triliun atau sekitar 60 persen dari total transaksi di wilayah BI Malang yang menembus Rp2,13 triliun.
Baca JugaKemitraan UMKM Menguat, Inabuyer Hadirkan PLN hingga Indomaret
Pencapaian tersebut mendorong BI untuk menjadikan Kota Malang sebagai titik perdana peluncuran QRISMA, singkatan dari QRIS untuk UMKM dan Masyarakat. "Data ini membuktikan, QRIS sudah mendarah daging dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Di usia ke-112 ini, Malang telah matang sebagai kota yang terdigitalisasi," imbuh Indra, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut festival ini dengan menekankan semangat memadukan nilai warisan budaya dan kemajuan teknologi. "Kota Malang terkenal dengan heritage-nya. Kita jadikan aset peninggalan masa lalu ini bermanfaat bagi masyarakat melalui sentuhan digitalisasi," kata Wahyu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-112 Kota Malang, pengunjung berkesempatan menikmati kuliner di gerai-gerai UMKM kawasan Kayutangan hanya dengan membayar Rp112 melalui QRIS. "Kami tadi sudah membuktikan sendiri, masuk ke gerai UMKM dan membeli makanan hanya seharga Rp112. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata yang memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) langsung kepada warga," tambah Wahyu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
QRISMA Fest 2026 berlangsung selama 2–8 Mei 2026 dan menghadirkan beragam agenda, mulai dari Malang Merchant QRIS Race yang melibatkan 1.120 merchant, Kadjoe Tangan QRIS Race di kawasan heritage dengan dukungan perbankan nasional, workshop digitalisasi pembayaran, business matching pembiayaan, kompetisi kebersihan kawasan wisata, hingga Amazing Race dan Content Competition untuk promosi wisata heritage.
Indra menyebut sinergi lintas sektor ini diarahkan bukan hanya untuk memperluas penggunaan QRIS, tetapi juga membuktikan modernisasi tidak harus mengikis identitas budaya lokal. "Sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan perdagangan, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif," tutup Indra, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












