Rabu, 29 April 2026

Pertumbuhan Laba Bersih IPCM Capai Rp45,57 Miliar Awal 2026

Pertumbuhan Laba Bersih IPCM Capai Rp45,57 Miliar Awal 2026
ILUSTRASI, IPCM

JAKARTA – IPCM berhasil mencetak laba bersih Rp45,57 miliar pada kuartal I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,03 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ini sejalan dengan total pendapatan yang mencapai Rp293,31 miliar pada 3 bulan pertama tahun ini.

"IPCM tetap optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dengan menjaga fundamental usaha yang kuat, kerja sama yang lebih erat dengan mitra, mengoptimalkan armada dan awak kapal, serta mengedepankan keselamatan demi kepuasan pengguna jasa," ujar Shanti Puruhita, Direktur Utama IPCM, sebagaimana dilansir dari sumbernya

Baca Juga

Semen Indonesia SMGR Fokus Kembangkan Bisnis Semen Rendah Karbon di Tahun 2026

Manajemen menjelaskan bahwa kontribusi utama pendapatan masih didominasi oleh jasa pelayanan kapal yang mencapai 95,67 persen dari total penerimaan.

Angka pendapatan tersebut setara dengan Rp280,60 miliar yang dikumpulkan dari sektor pemanduan dan penundaan kapal.

Shanti Puruhita mengungkapkan bahwa kolaborasi yang terjalin antar mitra mendukung kelancaran distribusi logistik nasional melalui layanan maritim yang aman dan profesional.

Langkah strategis ini dinilai mampu memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem maritim di Indonesia secara berkelanjutan.

"Kolaborasi ini mendukung kelancaran distribusi logistik nasional melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan profesional. Langkah strategis ini semakin memperkuat peran IPCM dalam mendukung ekosistem maritim Indonesia," imbuh Shanti, sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Selain dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan kenaikan total aset menjadi Rp1,79 triliun hingga akhir Maret 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,39 persen jika dibandingkan dengan posisi aset pada akhir tahun 2025.

Arus kas dari aktivitas operasi juga melonjak signifikan hingga 36,29 persen menjadi Rp102,10 miliar.

Kondisi likuiditas yang kuat ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi dan pemeliharaan armada secara berkala.

Efisiensi beban usaha menjadi faktor kunci lainnya yang menjaga margin keuntungan tetap berada di zona hijau.

Perseroan berhasil mengelola beban umum dan administrasi dengan lebih ketat di tengah tekanan ekonomi global.

Pertumbuhan laba bersih per saham juga tercatat merangkak naik ke level Rp8,60 per lembar saham pada periode ini.

Pencapaian ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang konsisten bagi seluruh pemegang saham di masa mendatang.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba Bersih ANTM Melonjak Tajam Menjadi Rp3,40 Triliun Pada Kuartal I/2026

Laba Bersih ANTM Melonjak Tajam Menjadi Rp3,40 Triliun Pada Kuartal I/2026

Kinerja Solid PT Adi Sarana Armada Tbk ASSA Cetak Laba Bersih Rp98,47 Miliar Awal 2026

Kinerja Solid PT Adi Sarana Armada Tbk ASSA Cetak Laba Bersih Rp98,47 Miliar Awal 2026

Strategi Prodia PRDA Tingkatkan Akurasi Diagnosis Melalui Pemanfaatan Layanan Gut Health Testing

Strategi Prodia PRDA Tingkatkan Akurasi Diagnosis Melalui Pemanfaatan Layanan Gut Health Testing

Krakatau Steel KRAS Siapkan Investasi 30 Triliun Untuk Proyek Hilirisasi Baja Terbaru

Krakatau Steel KRAS Siapkan Investasi 30 Triliun Untuk Proyek Hilirisasi Baja Terbaru

Upaya Bundamedik BMHS Optimalkan Aset Eksisting Demi Pertumbuhan Positif Industri Rumah Sakit 2026

Upaya Bundamedik BMHS Optimalkan Aset Eksisting Demi Pertumbuhan Positif Industri Rumah Sakit 2026