Rabu, 29 April 2026

Menteri UMKM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Naik Tidak Bebani Pelaku Usaha Kecil

Menteri UMKM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Naik Tidak Bebani Pelaku Usaha Kecil
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (https://www.harianbatakpos.com/wp-content/uploads/2025/06/Harta-Miliaran-Ini-Profil-Maman-Abdurrahman-Menteri-UMKM-1020x675.jpg)

JAKARTA – Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak bagi UMKM karena mayoritas pelaku usaha masih menggunakan BBM subsidi pemerintah.

Pemerintah memberikan jaminan keamanan bagi sektor ekonomi mikro di tengah gejolak harga energi dunia yang sedang terjadi. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak mempengaruhi para pelaku UMKM.

Hal ini dikarenakan ketergantungan kelompok usaha kecil terhadap bahan bakar tertentu masih dalam jangkauan perlindungan negara. Pasalnya, menurut dia, mayoritas UMKM menggunakan BBM subsidi seperti solar subsidi, Pertalite, maupun LPG 3 kg, yang harganya tetap dijaga pemerintah.

Baca Juga

Jaga Pendampingan Ultra Mikro Laba BTPN Syariah Tumbuh 3 Persen di Kuartal I

Kestabilan biaya produksi di level bawah menjadi fokus utama agar denyut ekonomi rakyat tidak terhenti secara mendadak. “Kalau dalam konteks bahan bakar energi, BBM seharusnya tidak ada dampaknya. Hampir rata-rata UMKM menggunakan BBM subsidi, dan itu tidak mengalami kenaikan,” ujar Menteri UMKM sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Pihak kementerian juga melihat bahwa langkah ini merupakan benteng pertahanan bagi industri lokal menghadapi krisis internasional. Ia menambahkan kebijakan menjaga harga BBM subsidi menjadi langkah penting pemerintah di tengah ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.

Optimisme pun dibangun agar para pengusaha kecil tetap mampu bertahan tanpa harus mengalami penurunan skala bisnis. Menteri UMKM menekankan dengan kondisi tersebut, UMKM tidak akan terdampak hingga turun kelas akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Namun, pemerintah tetap waspada terhadap komponen bahan baku penunjang lain yang mulai dikeluhkan oleh para perajin. Meski demikian, ia mengakui bahwa aspirasi yang paling banyak diterima kementeriannya saat ini terkait kenaikan harga plastik, yang dipicu gangguan pasokan nafta dari Timur Tengah.

Upaya mitigasi sedang dilakukan dengan cara melakukan diversifikasi asal negara pengirim bahan baku industri tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memindahkan ataupun mengurangi ketergantungan pasokan nafta dari Timur Tengah ke wilayah India, Afrika, dan Amerika,” tutur Menteri UMKM sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Sebagai informasi tambahan, lonjakan nilai jual energi di pasar global memang memaksa penyesuaian pada kategori bahan bakar tertentu. Pertamina per 18 April 2026 telah menaikkan harga BBM nonsubsidi akibat lonjakan harga minyak global.

Beberapa jenis bahan bakar untuk kendaraan kelas atas mengalami kenaikan angka yang cukup signifikan di wilayah Jawa. Harga Pertamax Turbo (RON 98) di Pulau Jawa naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, harga untuk bahan bakar yang umum digunakan masyarakat luas dipastikan tetap tidak mengalami perubahan nilai. Sementara harga BBM subsidi tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter.

Bahan bakar kategori umum lainnya juga diposisikan tetap stabil guna menjaga daya beli masyarakat di tingkat menengah. Harga Pertamax juga masih dijaga di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kinerja Saham TAPG Tertekan Akibat Laba Bersih Turun Jadi Rp739,76 Miliar

Kinerja Saham TAPG Tertekan Akibat Laba Bersih Turun Jadi Rp739,76 Miliar

Kinerja Saham CBUT Semakin Gemilang Usai Cetak Laba Bersih Rp45,98 Miliar

Kinerja Saham CBUT Semakin Gemilang Usai Cetak Laba Bersih Rp45,98 Miliar

Strategi Pemerintah Membuka Akses UMKM Naik Level Melalui Penguatan Ekosistem Digital Nasional

Strategi Pemerintah Membuka Akses UMKM Naik Level Melalui Penguatan Ekosistem Digital Nasional

Pemerintah Terbitkan Kebijakan Baru Sederhanakan Proses Izin Usaha Mikro Guna Percepat Ekonomi

Pemerintah Terbitkan Kebijakan Baru Sederhanakan Proses Izin Usaha Mikro Guna Percepat Ekonomi

Mata Uang Yen Melesat Tajam Setelah Bank Of Japan Tahan Suku Bunga Utama

Mata Uang Yen Melesat Tajam Setelah Bank Of Japan Tahan Suku Bunga Utama