Breaking

Peluang Rebound Bitcoin: Strategi Akumulasi Bertahap Bagi Investor

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Peluang Rebound Bitcoin: Strategi Akumulasi Bertahap Bagi Investor
Ilustrasi: Strategi akumulasi bertahap dianjurkan untuk mengurangi risiko investasi Bitcoin. (Gambar: NET)

JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di level kisaran US$63.692, angka yang telah terpangkas lebih dari 50 persen dari harga tertingginya pada Oktober 2025. Meskipun pergerakan BTC belum menunjukkan tren bullish yang kuat, peluang rebound dalam jangka panjang dinilai masih terbuka lebar.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyatakan bahwa proyeksi harga Bitcoin pada 2026–2027 sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi, teknikal, arus dana institusional, dan siklus halving.

"Secara teknikal, area US60.000 menjadi support penting, sementara resistance utama berada di kisaran US72.000 hingga US75.000. Jika BTC mampu bertahan di atas support tersebut, peluang rebound tetap terbuka.Namun, jika turun konsisten di bawah US$60.000, tekanan jual bisa berlanjut ke area yang lebih rendah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fyqieh menjelaskan bahwa kondisi makroekonomi tahun 2026 belum sepenuhnya mendukung aset berisiko karena adanya perlambatan ekonomi global serta eskalasi geopolitik. Kebijakan The Fed menjadi faktor penentu utama karena Bitcoin sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga dan likuiditas global.

Tahun 2027 diproyeksikan menjadi fase yang lebih positif bagi aset berisiko seiring dengan potensi penurunan suku bunga dan melandainya inflasi. Namun, untuk jangka pendek, tekanan pasar masih muncul dari arus keluar pada ETF Bitcoin spot.

Tahun 2026 dipandang sebagai fase konsolidasi bagi Bitcoin dalam upaya mencari level bottom sebelum tren akumulasi dimulai. Peluang rebound pada 2027 masih bersifat bersyarat, bergantung pada kemampuan BTC bertahan di atas US$60.000 dan pemulihan arus dana institusional.

"Jika faktor-faktor ini terpenuhi, BTC berpeluang kembali menuju area US$80.000 sampai US$120.000. Namun, jika tekanan makro tetap kuat dan arus dana institusi masih keluar, rebound 2027 bisa tertunda atau berjalan lebih lemah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Strategi investasi yang disarankan bagi investor adalah melakukan akumulasi secara bertahap atau dollar cost averaging dibandingkan dengan pendekatan yang terlalu agresif. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi risiko kesalahan waktu beli di tengah ketidakpastian pasar.

"Jika BTC mampu bertahan di atas US$60.000, ETF outflow mulai berubah menjadi inflow, dan The Fed mulai lebih dovish, maka koreksi tahun ini bisa dilihat sebagai fase bottoming atau akumulasi sebelum potensi rebound pada 2027. Sebaliknya, jika BTC turun konsisten di bawah US$60.000, arus dana institusional masih keluar, dan kondisi makro tetap ketat, maka risiko penurunan lanjutan masih terbuka," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Investor disarankan untuk tetap disiplin menjaga porsi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Bagi investor konservatif, pemulihan di atas resistance utama bisa dijadikan titik masuk, sementara investor agresif dapat memanfaatkan koreksi secara bertahap.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua