Laba Bersih ANTM Melonjak Tajam Menjadi Rp3,40 Triliun Pada Kuartal I/2026
- Selasa, 28 April 2026
JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk. sukses mencatatkan laba bersih ANTM sebesar Rp3,40 triliun pada kuartal I/2026 berkat pertumbuhan pendapatan kontrak yang melesat signifikan.
Emiten pertambangan logam mulia ini mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif pada awal tahun 2026. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membukukan lonjakan laba bersih di sepanjang kuarta I/2026 menjadi Rp3,40 triliun.
Pencapaian luar biasa ini tercermin dalam dokumen keuangan resmi perusahaan yang dipublikasikan baru-baru ini. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Maret 2026, emiten berkode saham ANTM ini mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai Rp29,32 triliun.
Baca JugaSemen Indonesia SMGR Fokus Kembangkan Bisnis Semen Rendah Karbon di Tahun 2026
Pertumbuhan angka penjualan tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan performa pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi itu meningkat 12,12% secara tahunan (yoy) dari sebelumnya Rp26,15 triliun.
Strategi pengelolaan pengeluaran yang ketat membuat margin keuntungan perusahaan menjadi jauh lebih tebal. Adapun, beban pokok penjualan hanya naik 5,29% yoy menjadi Rp23,70 triliun dari sebelumnya Rp22,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selisih antara pendapatan dan beban pokok menghasilkan lonjakan yang sangat masif pada sisi keuntungan kotor. Laba kotor Antam pun tercatat Rp5,61 triliun atau melesat 54,45% yoy dari sebelumnya Rp3,63 triliun.
Meskipun terdapat kenaikan pada alokasi biaya operasional, hal itu tidak menghambat laju pertumbuhan laba. Berikutnya jumlah beban usaha dibukukan Rp1,11 triliun atau naik 17,84% yoy dari sebelumnya Rp945 miliar.
Hasilnya, kinerja operasional perusahaan menunjukkan kemampuan mencetak laba yang naik lebih dari seratus persen. Laba usaha tercatat naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp4,50 triliun dari sebelumnya Rp2,69 triliun.
Pemasukan dari sektor pendukung lainnya juga memberikan kontribusi positif terhadap total keuntungan sebelum pajak. Selanjutnya penghasilan lain-lain juga mampu dikerek sebesar 14,75% yoy menjadi Rp279 miliar.
Kombinasi berbagai faktor keuangan tersebut mendorong angka pundi-pundi sebelum beban pajak merangkak naik. Antam mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp4,78 triliun pada akhir kuartal I/2026 atau naik 62,95% yoy dari sebelumnya Rp2,93 triliun.
Pada akhirnya, porsi keuntungan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham menunjukkan kenaikan yang sangat progresif. Di sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan 59,85% yoy menjadi Rp3,40 triliun dari sebelumnya Rp2,13 triliun.
Sejalan dengan keuntungan yang menebal, kekuatan struktur permodalan dan kekayaan perusahaan juga mengalami ekspansi. Dilihat dari total aset, ANTM membukukan total aset Rp63,29 triliun atau naik 20,49% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).
Kenaikan nilai aset tersebut didukung oleh penguatan modal inti perusahaan yang bergerak ke arah positif. Perinciannya, total ekuitas naik 10,39% ytd menjadi Rp40,40 triliun.
Di sisi lain, kewajiban finansial perusahaan juga tercatat mengalami peningkatan secara tahunan seiring dengan aktivitas bisnis. Sedangkan liabilitas tumbuh 43,68% yoy menjadi Rp22,88 triliun.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.











