Jumat, 17 April 2026

Pemerintah Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Setelah Perhitungan Selesai

Pemerintah Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Setelah Perhitungan Selesai
Pemerintah Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Setelah Perhitungan Selesai

JAKARTA - Wacana perubahan harga bahan bakar minyak kembali mencuat setelah pemerintah memberi sinyal akan melakukan penyesuaian untuk jenis nonsubsidi. 

Kebijakan ini menjadi perhatian luas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor transportasi dan distribusi barang. Meski belum diumumkan secara resmi kapan akan diberlakukan, rencana tersebut menunjukkan adanya respons terhadap kondisi energi global.

Di tengah dinamika harga minyak dunia, pemerintah memilih pendekatan hati-hati sebelum mengambil keputusan. Perhitungan yang matang dianggap penting agar kebijakan yang diambil tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, penyesuaian harga tidak dilakukan secara terburu-buru, melainkan melalui proses evaluasi menyeluruh.

Baca Juga

PLN Pastikan Listrik Jakarta Kembali Normal Seratus Persen Setelah Pemadaman

Rencana Penyesuaian BBM Nonsubsidi

Pemerintah menyampaikan bakal melakukan penyesuaian terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Meliputi BBM jenis RON 92, 95 dan 98.

Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum bisa memastikan tanggal pasti penyesuaiannya. Ia hanya menyebut bahwa perubahan harga BBM non subsidi akan dilakukan setelah seluruh perhitungan selesai.

“Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98 termasuk dengan solar yang Pertamina Dex itu, nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Kamis.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil langkah tanpa dasar yang kuat. Penyesuaian harga akan mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Proses Perhitungan Masih Berlangsung

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah perencanaan. Bahkan ia berharap harga minyak mentah akan terkoreksi.

“Sekarang, kita masih melakukan exercise dan mudah-mudahan doakan agar betul-betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan penghitungan masih terus dilakukan. Tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga turut melibatkan badan usaha, baik itu PT Pertamina (Persero) dan badan usaha swasta.

“Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha seperti Pertamina dan swasta,” tutup Ketua Umum Partai Golkar ini.

Proses ini menunjukkan bahwa kebijakan energi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan pelaku industri. Kolaborasi ini penting untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi pasar.

BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Sebelumnya, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin.

Menkeu menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM telah dihitung secara matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai USD 100 per barel hingga akhir tahun.

Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya kelompok yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Dengan tidak adanya kenaikan, beban ekonomi diharapkan tetap terkendali.

Perhitungan APBN dan Dampak Fiskal

Berdasarkan perhitungan tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang dapat digunakan jika terjadi tekanan yang lebih besar, seperti lonjakan harga minyak yang tidak terkendali.

Namun demikian, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil.

Kondisi fiskal yang masih terjaga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengelola kebijakan energi secara lebih fleksibel. Hal ini penting untuk menghadapi ketidakpastian global yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Dampak Kebijakan Terhadap Masyarakat dan Ekonomi

Rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi tentu akan berdampak pada berbagai sektor. Biaya transportasi dan logistik berpotensi mengalami perubahan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga barang dan jasa.

Namun, dengan tetap mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan agar dampak tersebut tidak dirasakan secara luas. Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.

Secara keseluruhan, langkah pemerintah dalam menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mencerminkan upaya menjaga stabilitas ekonomi. Dengan perhitungan yang matang dan dukungan fiskal yang memadai, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan gejolak yang signifikan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Minyak Dunia Naik Tajam Dipicu Ketegangan Iran Israel Hari Ini

Harga Minyak Dunia Naik Tajam Dipicu Ketegangan Iran Israel Hari Ini

Harga BBM Hari Ini Tetap Stabil Pertamina Shell BP Vivo 10 April

Harga BBM Hari Ini Tetap Stabil Pertamina Shell BP Vivo 10 April

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Jumat 10 April 2026 Cek Pertamax hingga Pertalite Terbaru

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Jumat 10 April 2026 Cek Pertamax hingga Pertalite Terbaru

Rekomendasi 5 Rumah Murah  di Pati Mulai Rp162 Juta, ini Daftar Lengkap nya

Rekomendasi 5 Rumah Murah di Pati Mulai Rp162 Juta, ini Daftar Lengkap nya

Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor BBM dalam 2 - 3 Tahun Lagi

Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor BBM dalam 2 - 3 Tahun Lagi