Kampus Didorong Terapkan WFH Dosen Demi Efisiensi Pendidikan Tinggi Modern
- Senin, 06 April 2026
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mulai mendorong transformasi pola kerja di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemberian kesempatan kerja dari rumah bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, meminta kampus-kampus di Indonesia untuk mulai menerapkan skema kerja fleksibel tersebut. Kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca JugaINDEF Sebut Bunga KUR 5 Persen Prabowo Sangat Efektif Bantu UMKM
"Kita mendorong kampus, meminta kampus melakukan pemilihan, evaluasi untuk tendik ya itu bisa dilakukan proses satu hari WFH dalam satu minggu," katanya di Jakarta, Senin.
Optimalisasi Pola Kerja melalui Evaluasi dan Seleksi
Dalam implementasinya, setiap kampus diminta untuk melakukan evaluasi terhadap jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara fleksibel. Tidak semua aktivitas harus dilakukan di kantor, sehingga perlu ada pemetaan yang jelas.
Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan apakah pekerjaan tertentu dapat dilakukan secara daring tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan. Dengan begitu, dosen dan tenaga kependidikan tetap dapat bekerja secara optimal meskipun tidak selalu hadir secara fisik.
Pendekatan ini juga memberi ruang bagi kampus untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan masing-masing institusi. Setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga fleksibilitas menjadi kunci utama.
Penerapan Pembelajaran Hybrid dan Jarak Jauh
Salah satu strategi yang didorong oleh pemerintah adalah penggunaan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan sistem hybrid. Metode ini diharapkan dapat mendukung fleksibilitas kerja dosen sekaligus menjaga kualitas pembelajaran.
Brian menegaskan bahwa setiap program studi memiliki kewenangan untuk menentukan metode pembelajaran yang paling sesuai. Mata kuliah berbasis teori dapat dilakukan secara daring, sementara mata kuliah praktikum tetap memerlukan pertemuan tatap muka.
"Karena kampus dan prodi yang tahu nih mana mata kuliah yang misalnya ya karena sifatnya wawasan itu bisa dilakukan secara hybrid atau secara PJJ. Mana mata kuliah yang harus intensif, hitungan penurunan rumus kalau PJJ nanti mahasiswanya ngantuk tinggal dilakukan di dalam kelas," ujarnya.
Dengan pendekatan ini, kualitas pembelajaran diharapkan tetap terjaga tanpa mengorbankan fleksibilitas dosen.
Digitalisasi Administrasi Kampus Jadi Kunci Efisiensi
Selain pembelajaran, digitalisasi juga menjadi fokus utama dalam kebijakan ini. Pemerintah mendorong seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk mengoptimalkan penggunaan sistem digital dalam administrasi dan tata usaha.
Dengan digitalisasi, proses administrasi menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan. Hal ini juga memungkinkan dosen dan tenaga kependidikan untuk bekerja dari mana saja tanpa harus datang ke kantor setiap hari.
Brian menekankan bahwa transformasi ini akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menekan biaya operasional kampus secara keseluruhan.
"Kenapa? Karena kalau kita nantinya transformasi pola kerja, budaya kerja kita efektif itu tentu pada akhirnya menguntungkan semua pihak. Jauh lebih efisien, pengeluarannya lebih efektif," lanjutnya.
Penataan Jadwal Dosen untuk Mendukung WFH
Dalam skema baru ini, kampus juga didorong untuk menata jadwal mengajar dosen agar lebih terstruktur. Salah satu usulan adalah dengan mengelompokkan jadwal mengajar pada hari-hari tertentu.
Dengan pengaturan ini, dosen dapat memiliki satu hari khusus dalam sepekan untuk bekerja dari rumah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan fleksibilitas kerja yang lebih baik.
"Untuk dosen, kami sebenarnya meminta kampus mengatur jadi dosen kalau bisa dikonsentrasikan pada hari-hari tertentu, karena kan kadang-kadang ya dulu saya juga ngajar Senin cuma jam 9 sampai jam 11, jam 7 sampai jam 9 nggak ngajar, jam 1 sampai (seterusnya) nggak ngajar lagi, nah sementara hari Selasa ngajar lagi. Jadi dikumpulkan saja misalnya hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, jadi Jumatnya dia tidak ngajar, bisa bekerja di rumah Kemudian juga dosen yang lain barang kali ada yang Seninnya tidak ke kantor dan sebagainya," tutur Brian Yuliarto.
Pendekatan ini juga memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih merata.
Kebijakan Resmi Melalui Surat Edaran Pemerintah
Penerapan kebijakan ini juga diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Surat edaran ini menjadi dasar hukum dalam penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik.
Dalam surat tersebut, pemerintah mengimbau perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh secara proporsional. Kebijakan ini difokuskan pada mahasiswa semester lima ke atas serta program pascasarjana.
Namun demikian, terdapat pengecualian untuk mata kuliah tertentu yang membutuhkan praktik langsung, seperti praktikum, bengkel kerja, studio, atau klinik. Hal ini memastikan bahwa kualitas pembelajaran tetap terjaga sesuai kebutuhan bidang studi.
Transformasi Digital dan Efisiensi Pendidikan Tinggi
Selain pengaturan jadwal dan metode pembelajaran, kebijakan ini juga menekankan pentingnya optimalisasi platform digital dalam kegiatan akademik. Sistem digital digunakan untuk mendukung pembelajaran, administrasi, hingga pelaporan kinerja.
Dengan adanya sistem ini, proses akademik menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Kampus dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan tenaga pengajar.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan kombinasi antara fleksibilitas kerja, digitalisasi, dan efisiensi, ekosistem pendidikan diharapkan semakin maju dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Strategi McDonald's Indonesia Penuhi Kebutuhan Pelanggan Lewat Paket HeBat Baru
- Rabu, 29 April 2026












