Kementerian PKP dan BP BUMN Optimalkan Aset Negara untuk Percepat Penyediaan Hunian Masyarakat
- Kamis, 02 April 2026
JAKARTA - Penyediaan hunian layak bagi masyarakat kini menjadi fokus yang semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga.
Pemerintah bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN mulai mengakselerasi langkah konkret dengan mengoptimalkan aset milik negara yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
Langkah tersebut tidak hanya sekadar wacana, melainkan telah memasuki tahap perencanaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah menilai bahwa optimalisasi aset BUMN merupakan solusi strategis untuk mempercepat program perumahan rakyat sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset negara.
Baca JugaTarif Listrik April–Juni 2026 Resmi Tetap, Cek Daftar Lengkap per kWh Terbaru
Kolaborasi Pemerintah dan BUMN untuk Hunian Rakyat
Badan Pengaturan BUMN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menegaskan komitmennya dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui penataan kawasan perkotaan serta pemanfaatan aset milik BUMN yang belum digunakan secara optimal.
Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak, aman, dan tertata. Fokus utama diarahkan pada masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap perumahan.
BUMN pun menyatakan kesiapan penuh untuk berkontribusi dalam program tersebut. Pemanfaatan aset yang sebelumnya tidak produktif diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas sekaligus mendukung agenda penataan kawasan perkotaan.
Pemanfaatan Aset BUMN yang Belum Optimal
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keterlibatan BUMN dalam program ini merupakan bentuk nyata pengelolaan aset negara untuk kepentingan publik.
“Tentu saja kami dari BUMN berterima kasih diberikan kepercayaan untuk menunjukkan bahwa BUMN memang milik rakyat Indonesia. Dan untuk aset-aset yang tadinya tidak termanfaatkan dengan baik, tentu akan kita berikan semaksimal mungkin agar bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Dony Oskaria.
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, terungkap bahwa terdapat potensi besar dari aset milik perusahaan BUMN seperti PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Aset-aset tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi hunian bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan kebutuhan perumahan yang tinggi. Selain itu, identifikasi terhadap aset lainnya juga terus dilakukan guna memperluas cakupan program.
Percepatan Program Hunian di Kawasan Perkotaan
Pemerintah menaruh perhatian khusus pada kawasan perkotaan yang memiliki tingkat kebutuhan hunian tinggi. Salah satu fokus yang tengah disiapkan adalah penataan kawasan permukiman di bantaran rel kereta api di wilayah Senen, Jakarta Pusat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan kawasan sekaligus penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang selama ini tinggal di lingkungan dengan fasilitas terbatas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pemerintah bersama BUMN bergerak cepat untuk merealisasikan program ini.
“Kami mendapat dukungan yang sangat cepat dari Kepala BP BUMN serta Direktur Utama PT KAI dan PT Angkasa Pura. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk segera menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat,” ujar Maruarar.
Menurutnya, percepatan ini menjadi penting mengingat kebutuhan hunian di kawasan perkotaan terus meningkat, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas.
Dukungan Data dan Pembiayaan Perumahan
Dalam mendukung keberhasilan program ini, pemerintah juga mengandalkan pendekatan berbasis data. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya intervensi yang tepat sasaran, khususnya di wilayah dengan backlog perumahan yang tinggi.
“Kolaborasi ini sangat cepat dan efektif, serta yang terpenting berbasis data. DKI Jakarta, khususnya Jakarta Pusat, memiliki backlog kepemilikan hunian yang tinggi. Intervensi di wilayah ini menjadi sangat strategis,” jelas Amalia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai skema pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian dengan skema kredit yang lebih terjangkau.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai langkah yang dilakukan saat ini mencerminkan pendekatan government preneurship dalam merespons arahan Presiden secara cepat dan konkret.
“Ini adalah contoh kerja cepat. Dalam waktu sekitar satu minggu sejak Presiden turun langsung ke bantaran rel, ide dan arahan beliau sudah mulai menemukan bentuk konkret. Kolaborasi antara Kementerian PKP dan BP BUMN ini luar biasa,” ungkap Qodari.
Sinergi untuk Percepatan Hunian Layak
Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan, program penyediaan hunian diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan kawasan yang terintegrasi.
Optimalisasi aset BUMN menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus mempercepat realisasi program perumahan rakyat. Dengan pemanfaatan yang tepat, aset-aset tersebut dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah berharap model kolaborasi ini dapat terus diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Dengan demikian, kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman, sehat, dan tertata.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek Rute Tarif dan Jadwal Bus Trans Jatim April 2026 Lengkap dan Terbaru
- Kamis, 02 April 2026
Tarif Listrik April–Juni 2026 Resmi Tetap, Cek Daftar Lengkap per kWh Terbaru
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
Harga Bapok Ramadan–Lebaran 2026 Turun, Mendag Klaim Lebih Stabil dari Tahun Lalu
- Kamis, 02 April 2026
Pertamina Hulu Mahakam Onstreamkan Dua Sumur Baru, Target Produksi 20 MMscfd
- Kamis, 02 April 2026











