Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Makassar Stabil Jelang Lebaran 2026
- Kamis, 05 Maret 2026
JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan pemantauan langsung ke Pasar Terong dan Supermarket Baji Pamai, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan ini bertujuan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) tetap tersedia dan harga stabil menjelang Hari Raya Idulfitri.
Budi menyampaikan bahwa mayoritas harga komoditas pangan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca JugaCara Penerima BHR Gojek 2026, Syarat dan Kriterianya Perlu Diketahui
“Harga-harga terkendali dengan bagus, bahkan rata-rata di bawah HET. Misalnya daging ayam itu Rp38.000, padahal HET-nya Rp41.000. Begitu juga dengan bawang merah dan bawang putih yang rata-rata di kisaran Rp35.000,” ujarnya kepada wartawan.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk melihat kesiapan distribusi, memastikan stok merata di pasar tradisional dan ritel modern, serta mengantisipasi lonjakan harga mendadak yang biasanya terjadi menjelang Lebaran.
Pemerintah menekankan koordinasi antara pusat, daerah, dan distributor sebagai langkah strategis menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.
Harga Komoditas Strategis dan Tren Positif
Berdasarkan pemantauan, beberapa komoditas strategis menunjukkan tren harga yang stabil. Telur ayam ras berada di angka Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras dijual Rp38.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih pun stabil, masing-masing di kisaran Rp35.000 per kilogram.
Mendag Budi menegaskan stabilitas harga ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan distributor. “Upaya koordinasi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menghindari kepanikan saat permintaan meningkat, khususnya di minggu-minggu terakhir sebelum Lebaran,” jelas Budi.
Stabilitas harga komoditas strategis ini penting untuk mencegah inflasi mendadak dan memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Tren positif ini juga menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari raya.
Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok
Kementerian Perdagangan memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau harga secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pemerintah mendeteksi wilayah yang mengalami anomali harga dan segera melakukan intervensi.
“Kita bisa pantau melalui SP2KP, akan ketahuan pasar mana di wilayah mana yang mengalami kenaikan. Jika ada, segera kita intervensi melalui koordinasi dengan Pemda dan pemasok,” tegas Budi.
Penerapan sistem ini menunjukkan langkah proaktif pemerintah menjaga stabilitas pangan, mengurangi risiko inflasi mendadak, dan memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat, terutama di momen penting seperti Ramadan dan menjelang Lebaran. SP2KP membantu meminimalkan risiko kelangkaan, mempermudah pengawasan, serta mempercepat pengambilan keputusan terkait intervensi harga.
Dengan teknologi ini, pemerintah dapat memastikan distribusi pangan merata, harga terkendali, dan masyarakat tetap tenang dalam membeli kebutuhan pokok. Sistem pemantauan juga menjadi alat strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi makro di tingkat lokal maupun nasional.
Ketersediaan Stok di Pasar Tradisional dan Modern
Selain memantau pasar rakyat, Mendag juga meninjau kesiapan stok di ritel modern. Di Supermarket Baji Pamai, stok produk seperti minyak goreng kemasan Minyakita dan beras, baik kelas premium maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, tercatat melimpah.
Budi menekankan agar masyarakat tidak melakukan panic buying karena jalur distribusi dan stok nasional telah dipastikan aman hingga Lebaran tiba. Pemerintah memastikan semua komoditas strategis tersedia dalam jumlah cukup, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan tanpa khawatir kekurangan barang.
Pemantauan langsung ini menjadi momen penting bagi pemerintah untuk menegaskan transparansi harga dan keandalan distribusi, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Dengan langkah ini, masyarakat memperoleh kepastian harga dan pasokan menjelang momen Lebaran.
Imbauan dan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas
Mendag Budi mengingatkan masyarakat agar tetap membeli kebutuhan sesuai kebutuhan, tidak panik, dan memanfaatkan kesempatan belanja secara wajar. Stabilitas harga dan pasokan menjadi prioritas pemerintah menjelang Idulfitri, dan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, distributor, serta pedagang menjadi kunci keberhasilan.
“Kita memastikan distribusi lancar, stok cukup, harga terjangkau, dan masyarakat tidak panik. Seluruh pihak terkait telah bekerja sama, baik pemerintah daerah, distributor, maupun pedagang,” ujar Budi.
Langkah ini juga menjadi wujud perlindungan konsumen dan pengendalian inflasi. Dengan koordinasi yang baik dan sistem pemantauan harga yang canggih, pemerintah mampu menjaga kestabilan harga bapok di Makassar hingga Lebaran. Masyarakat pun dapat merayakan Idulfitri dengan tenang, mengetahui kebutuhan pokok tersedia dan harga terjangkau.
Selain itu, pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat dengan tetap berbelanja secara wajar, menjaga distribusi merata, dan mendukung kestabilan harga.
Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat dan kelancaran arus kebutuhan pokok menjelang momen Lebaran.
Pemantauan dan langkah preventif yang diterapkan pemerintah memastikan bahwa harga komoditas strategis tetap terkendali.
Dengan dukungan distribusi yang merata, ketersediaan stok, dan sistem pemantauan real-time, masyarakat di Makassar dapat merasa aman dan percaya diri saat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menag Nasaruddin: Peringatan Nuzulul Quran Tahun Ini Diselenggarakan di Istana
- Kamis, 05 Maret 2026
Kementan Akan Tiru Keberhasilan Sawit Untuk Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan
- Kamis, 05 Maret 2026
Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga
- Kamis, 05 Maret 2026
Berita Lainnya
Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga
- Kamis, 05 Maret 2026
Festival Jejak Jajanan Nusantara Perkuat Ekosistem UMKM dan Akses Pasar Nasional
- Kamis, 05 Maret 2026










