Kamis, 05 Maret 2026

Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga

Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga
Kabapanas Pastikan Ekspor Beras Haji RI Dorong Swasembada Nasional Terjaga

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ekspor beras haji Indonesia ke Arab Saudi menjadi bukti nyata tercapainya swasembada beras nasional. 

“Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton (2.280 ton), jadi bukan (impor) 1.000 ton. Nah ini 2.280 ton diekspor,” kata Amran.

Langkah ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi beras domestik sekaligus kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk Indonesia. Ekspor perdana ini menandai awal dari strategi pemerintah untuk memperluas pasar luar negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga

Cara Penerima BHR Gojek 2026, Syarat dan Kriterianya Perlu Diketahui

Ekspor beras haji juga menegaskan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan sekaligus membuka peluang perdagangan internasional. Hal ini menjadi indikator nyata bahwa swasembada beras bukan sekadar jargon, tetapi terimplementasi dengan konkret melalui kebijakan pemerintah dan dukungan lembaga terkait.

Peran Bulog Dalam Penyiapan Logistik Beras Haji

Perum Bulog diberikan penugasan untuk menyiapkan beras bagi jamaah dan petugas haji tahun 2026. Berdasarkan surat Kepala Bapanas nomor 213/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 27 Februari, Bulog bertanggung jawab menyediakan 2.280 ton beras premium dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Stok CBP yang kuat, mencapai 3,7 juta ton, memastikan kebutuhan domestik tetap terpenuhi sambil memungkinkan ekspor berjalan lancar. “Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Momentum ini baik dan terbesar sepanjang sejarah di bulan Maret,” jelas Amran.

Pendekatan ini menunjukkan koordinasi efektif antara pemerintah pusat dan Bulog, sekaligus menjamin ketersediaan beras strategis bagi jamaah haji. Pemerintah juga memastikan kualitas beras tetap prima, karena seluruh stok berasal dari produksi dalam negeri awal tahun 2026.

Strategi Ekspansi Pasar Internasional

Selain Arab Saudi, pemerintah menjajaki ekspor beras ke negara sahabat lainnya seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Amran menyampaikan, ekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan jamaah haji diperkirakan mencapai 20 ribu sampai 50 ribu ton.

“Kita ingin hasil petani dalam negeri tidak hanya digunakan untuk konsumsi domestik, tetapi juga memiliki pasar internasional yang luas,” katanya. Langkah ini memperkuat nilai tambah produksi beras sekaligus mendukung stabilitas harga domestik.

Program ekspor beras haji menjadi instrumen diplomasi pangan, memperkuat hubungan bilateral, sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia mengekspor komoditas strategis dengan standar tinggi. Kebijakan ini diharapkan mampu membuka peluang ekspor beras ke pasar global lebih besar di masa mendatang.

Perhitungan Logistik dan Standar Kualitas

Perum Bulog menyiapkan beras untuk total 205.420 jamaah dan petugas haji. Dengan konsumsi 170 gram per orang per hari, kebutuhan total mencapai 2.280 ton beras. Data Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan frekuensi makan jamaah di Makkah 78 kali, di Madinah 27 kali, dan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina enam kali.

Beras yang disiapkan merupakan kelas premium dengan pecahan 5 persen. Sebelumnya, dapur penyedia layanan di Arab Saudi menggunakan beras impor dengan harga sekitar 150 Riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram, setara Rp16.824 per kilogram.

Program Beras Haji Nusantara memungkinkan penyediaan beras berkualitas tinggi dengan harga lebih ekonomis, sekaligus memastikan standardisasi menu bagi jamaah. Hal ini menjadikan penyelenggaraan haji lebih efisien dan profesional dalam pengelolaan logistik pangan.

Pengapalan dan Distribusi Ekspor

Beras yang dikirim sepenuhnya berasal dari gilingan gabah domestik awal tahun 2026, sehingga kualitas tetap segar. Pelepasan beras dilakukan di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026 sebagai tahap awal pengumpulan stok sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengapalan dijadwalkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 dan dilakukan secara bertahap untuk memastikan stok terpenuhi. Proses distribusi ini menjamin ketersediaan beras bagi jamaah haji sekaligus menunjukkan koordinasi efektif antara pemerintah, Bulog, dan petani lokal.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kebijakan ekspor beras haji menjadi bukti nyata pencapaian swasembada nasional. Selain itu, program ini membuka peluang untuk ekspansi pasar beras Indonesia di tingkat internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri dan kompetitif.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kementan Akan Tiru Keberhasilan Sawit Untuk Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan

Kementan Akan Tiru Keberhasilan Sawit Untuk Hilirisasi 7 Komoditas Unggulan

97 Persen SPBU Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi Kembali

97 Persen SPBU Wilayah Bencana Sumatera Sudah Beroperasi Kembali

Kemenko PM Sediakan Layanan Klinik UMKM dan HKI Terpadu Festival

Kemenko PM Sediakan Layanan Klinik UMKM dan HKI Terpadu Festival

Festival Jejak Jajanan Nusantara Perkuat Ekosistem UMKM dan Akses Pasar Nasional

Festival Jejak Jajanan Nusantara Perkuat Ekosistem UMKM dan Akses Pasar Nasional

PLN Salurkan Listrik Gratis Untuk 35 Keluarga Kurang Mampu Papua

PLN Salurkan Listrik Gratis Untuk 35 Keluarga Kurang Mampu Papua