Kemenhub Atur Arus Mudik 2026 dengan Pembatasan Delman dan Becak Operasional
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan sejumlah upaya strategis untuk mengendalikan arus mudik Lebaran 2026, termasuk pembatasan operasional becak dan delman di titik-titik tertentu guna mencegah kemacetan parah di ruas jalan nasional.
Kebutuhan Pengendalian Arus dan Titik Rawan
Menhub mengatakan arus mudik tahun ini diprediksi sangat padat sehingga memerlukan manajemen lalu lintas yang baik. Ia menyebutkan pasar tumpah dan keberadaan angkutan tradisional seperti becak dan delman di beberapa daerah kerap menjadi penyebab hambatan samping jalan nasional. Untuk itu, pembatasan operasional angkutan tradisional diharapkan bisa membantu kelancaran lalu lintas selama periode puncak mudik.
Baca JugaAsia Jumbo Banks Berlomba Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia Senilai Triliunan
Dudy juga menunjukkan beberapa lokasi yang dianggap rawan terjadi kemacetan. Titik-titik tersebut tersebar di beberapa provinsi termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. Menurutnya, pasar tumpah di area sekitar jalur mudik juga perlu diantisipasi dengan baik.
Selain itu, Menhub mengingatkan bahwa setelah hari pertama Lebaran, pergerakan masyarakat menuju tempat wisata diprediksi meningkat signifikan. Hal ini memerlukan koordinasi manajemen arus lalu lintas terpadu, khususnya di sekitar lokasi wisata populer yang berpotensi mengalami lonjakan kunjungan.
Pembatasan Operasional Becak dan Delman
Salah satu langkah yang diambil Kementerian Perhubungan adalah pembatasan waktu operasional becak dan delman di beberapa titik strategis. Menhub menilai angkutan tradisional ini bisa menjadi salah satu hambatan samping di jalur utama mudik sehingga perlu dibatasi agar tidak mengganggu arus kendaraan yang lebih besar, khususnya pada jalan nasional yang menjadi akses utama pemudik.
Kebijakan ini diambil berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana keberadaan alat transportasi tradisional di jalur padat sering kali memperlambat arus kendaraan. Dengan langkah pembatasan tersebut, diharapkan jalur utama tetap lancar untuk kendaraan bermotor yang membawa pemudik ke berbagai daerah tujuan.
Upaya Koordinasi dengan Daerah dan Instansi Terkait
Dalam pernyataannya, Menhub juga menekankan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta instansi terkait. Koordinasi ini dinilai penting untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas yang efektif serta menjaga agar kebijakan pembatasan angkutan tradisional bisa diterapkan secara optimal di lapangan.
Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dan dinas perhubungan daerah dalam memetakan titik risiko kemacetan serta lokasi pasar tumpah sehingga penanganannya bisa dilakukan secara terkoordinasi. Ini mencakup penataan di ruas jalan utama serta area sekitar lokasi wisata yang berpotensi mendapat lonjakan kendaraan setelah hari Lebaran.
Program Mudik Gratis dan Transportasi Alternatif
Selain pembatasan operasional becak dan delman, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menyiapkan 401 unit bus untuk program mudik gratis pada Angkutan Lebaran 2026. Program ini menawarkan polisi transportasi bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Program mudik gratis ini memiliki kapasitas total 15.834 penumpang yang dibagi untuk arus mudik dan arus balik. Pendaftaran mudik gratis dibuka secara daring mulai 1 Maret 2026 melalui laman resmi dan akan ditutup ketika kuota telah terpenuhi.
Selain bus, armada truk pengangkutan sepeda motor juga disiapkan untuk membantu pemudik yang ingin pulang kampung namun tidak ingin membawa kendaraannya secara langsung. Ini menjadi alternatif transportasi yang diharapkan bisa meringankan kepadatan di jalur utama mudik.
Persiapan Arus Balik dan Titik Tujuan
Untuk arus balik, Kemenhub juga telah memetakan beberapa titik keberangkatan dari kota-kota di sejumlah provinsi seperti Jawa Timur, Solo, Yogyakarta, dan Palembang. Pelayanan bus serta moda lainnya diharapkan mendukung kelancaran masyarakat saat kembali ke daerah asalnya setelah merayakan Lebaran.
Menhub menekankan bahwa kebijakan transportasi tradisional serta penyediaan armada untuk mudik gratis merupakan bagian dari strategi komprehensif yang dirancang untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode Lebaran 2026.
Tantangan Lalu Lintas Menjelang Lebaran
Pengendalian arus mudik tidak hanya melibatkan pembatasan angkutan tradisional. Menhub juga mendorong berbagai instansi untuk mengantisipasi hambatan lain seperti pasar tumpah di jalur mudik. Pasar tumpah ini sering kali menjadi penyebab kemacetan karena pedagang dan pengunjung yang menghalangi alur lalu lintas utama.
Ini menambah kompleksitas pengaturan lalu lintas di masa mudik yang sudah dipadati oleh kendaraan bermotor. Untuk itu, diperlukan manajemen yang terintegrasi antarinstansi serta kesiapan di berbagai titik rawan agar arus kendaraan tetap lancar dan risiko kemacetan parah dapat diminimalkan.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lebih teratur dan aman bagi masyarakat yang pulang kampung maupun kembali ke tempat tinggalnya setelah libur panjang.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menhub Pastikan Distribusi Logistik Berjalan Lancar Selama Angkutan Lebaran 2026 Praktis
- Jumat, 27 Februari 2026
RI Akan Punya Listrik Dari Sampah Pengembang Wajib Transfer Teknologi Praktis
- Jumat, 27 Februari 2026
Mengenal Lebih Dekat Pembangkit Listrik Tenaga Pusaran Air Inovasi Energi Hijau Praktis
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Pascabanjir, BPJS Kesehatan Jamin Akses Layanan JKN Warga Aceh Tamiang Tanpa Kendala
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemendagri dan KemenPU Targetkan Pusat Pemerintahan DOB Papua Rampung Pada 2028
- Jumat, 27 Februari 2026












