Jumat, 27 Februari 2026

BBPOM DKI Ingatkan Ciri-Ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya, Waspada Pewarna Tekstil dan Formalin

BBPOM DKI Ingatkan Ciri-Ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya, Waspada Pewarna Tekstil dan Formalin
BBPOM DKI Ingatkan Ciri-Ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya, Waspada Pewarna Tekstil dan Formalin

JAKARTA - Momen berbuka puasa identik dengan aneka takjil yang menggugah selera. 

Namun di balik tampilannya yang menarik, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih makanan agar terhindar dari bahan berbahaya. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta mengingatkan pentingnya mengenali ciri-ciri pangan takjil yang tidak aman untuk dikonsumsi.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat mengenai ciri-ciri makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya, misalnya pewarna tekstil yang umumnya berwarna cerah atau terang.

Baca Juga

Prabowo dan MBZ Perkuat Hubungan RI–UEA lewat Iftar dan Shalat Bareng

"Karena kalau pewarna makanan, biasanya kalau kena panas itu pudar," kata Kepala BBPOM DKI Jakarta Sofiyani Chandrawati di Jakarta Pusat.

Pernyataan tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tidak mudah tergiur tampilan makanan yang terlalu mencolok. Warna yang sangat terang dan tidak wajar bisa menjadi indikator awal adanya penggunaan zat yang tidak diperuntukkan bagi pangan.

Kenali Tahu Berformalin dari Tekstur dan Bau

Selain pewarna tekstil, penggunaan formalin pada bahan pangan juga menjadi perhatian serius. Sofiyani menjelaskan bahwa masyarakat bisa mengenali tahu yang mengandung formalin dari tekstur dan aromanya.

Kemudian, sambung dia, untuk makanan berjenis tahu, apabila mengandung formalin, biasanya terasa keras saat ditekan, bahkan bisa menyebabkan mata perih jika terpapar.

"Kalau tahu, ditekan lembek, biasanya tidak menggunakan formalin. Kalau yang menggunakan formalin itu, dari baunya saja sudah tercium, bahkan bisa perih matanya, mual juga," ujar Sofiyani.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa indra penciuman dan peraba dapat menjadi alat sederhana untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya. Tahu yang terlalu keras dan berbau menyengat patut diwaspadai karena berpotensi mengandung formalin, zat yang sejatinya digunakan sebagai pengawet mayat dan bukan untuk makanan.

Dia mengatakan BBPOM DKI telah mengedukasi masyarakat agar dapat memilih sendiri makanan-makanan yang aman, yang tidak mengandung bahan berbahaya.

"Ingat cek kemasan, label, izin edar dan masa kedaluwarsa," tutur Sofiyani.

Imbauan tersebut menjadi langkah preventif agar konsumen lebih teliti sebelum membeli. Memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa merupakan kebiasaan sederhana yang dapat melindungi kesehatan.

Temuan Sampel Takjil Mengandung Pewarna Tekstil

Pengawasan yang dilakukan BBPOM DKI tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga melalui pemeriksaan langsung di lapangan. Pada Kamis (26/2), BBPOM DKI menemukan satu dari 27 sampel makanan takjil di Sentra Takjil Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang diduga mengandung pewarna tekstil.

"Dari total 27 sampel, ada satu kue bolu kukus diduga menggunakan pewarna tekstil," ungkap Sofiyani.

Kue bolu tersebut kemudian diambil, dan pedagangnya diberikan edukasi supaya mampu mengenali dan memilih makanan yang bebas dari bahan-bahan berbahaya, seperti rhodamin b dan methanyl yellow.

Rhodamin b merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk merah keunguan, dan jika larut, maka akan berwarna merah terang. Zat ini biasanya digunakan pada industri tekstil dan kertas.

Sementara itu, methanyl yellow juga merupakan pewarna sintetis yang berwarna kuning kecokelatan dan berbentuk padat atau serbuk. Zat ini digunakan untuk pewarna kain atau cat.

Kedua zat tersebut jelas bukan diperuntukkan bagi makanan. Penggunaannya dalam produk pangan merupakan pelanggaran karena dapat menimbulkan dampak kesehatan serius bagi konsumen.

Risiko Kesehatan dan Pengawasan Selama Ramadhan

Baik rhodamin b maupun methanyl yellow berbahaya bagi kesehatan tubuh karena dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, kandung kemih, dan kanker.

Risiko tersebut tidak selalu langsung terasa, namun paparan jangka panjang dapat menimbulkan dampak yang lebih serius. Oleh karena itu, pengawasan intensif selama Ramadhan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat yang banyak mengonsumsi takjil saat berbuka.

Sofiyani menegaskan BBPOM DKI terus melakukan pengawasan pangan takjil selama Ramadhan guna memastikan kelayakannya untuk disantap saat berbuka puasa.

Merujuk data hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern pada 2025, BBPOM DKI menguji sebanyak 147 sampel. Hasilnya, enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat, sementara 141 sampel lainnya (95,9 persen) memenuhi syarat layak konsumsi.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar takjil yang beredar memenuhi standar keamanan. Namun, masih adanya sampel yang tidak memenuhi syarat menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan.

Melalui pengawasan rutin dan edukasi kepada pedagang serta masyarakat, BBPOM DKI berupaya memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi. Peran aktif konsumen dalam mengenali ciri-ciri makanan berbahaya menjadi kunci tambahan dalam menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun untuk Dorong Lima Proyek Tol Baru Tahun Ini

Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun untuk Dorong Lima Proyek Tol Baru Tahun Ini

Kemen PU Tinjau Ulang Investasi Proyek Tol Malang-Kepanjen, Estimasi Kembali Disesuaikan

Kemen PU Tinjau Ulang Investasi Proyek Tol Malang-Kepanjen, Estimasi Kembali Disesuaikan

Asia Jumbo Banks Berlomba Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia Senilai Triliunan

Asia Jumbo Banks Berlomba Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia Senilai Triliunan

Kemendikdasmen Tegaskan Kolaborasi Pendidikan Kunci Sukses Beasiswa Talenta Indonesia 2026

Kemendikdasmen Tegaskan Kolaborasi Pendidikan Kunci Sukses Beasiswa Talenta Indonesia 2026

Kemendikdasmen dan BPS Perkuat Akurasi Data Pendidikan Nasional

Kemendikdasmen dan BPS Perkuat Akurasi Data Pendidikan Nasional