Kemen PU Tinjau Ulang Investasi Proyek Tol Malang-Kepanjen, Estimasi Kembali Disesuaikan
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) kembali meninjau ulang nilai investasi proyek jalan tol yang akan menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kepanjen, setelah estimasi sebelumnya mencapai sekitar Rp10 triliun. Uraian baru ini muncul di tengah upaya menjaga kelayakan teknis dan fiskal proyek tol yang dinilai strategis bagi konektivitas selatan Malang Raya.
Alasan Peninjauan Ulang Studi Kelayakan
BPJT mengonfirmasi bahwa dokumen studi kelayakan yang digunakan sebagai acuan awal berasal dari tahun 2021. Dokumen ini masih bersifat indikatif, sehingga BPJT memutuskan untuk memperbarui kajian tersebut sebelum membawa proyek masuk ke tahapan berikutnya seperti lelang.
Baca JugaMenhan Tekankan Yon TP Lindungi dan Layani Masyarakat, Perkuat Keamanan dan Ketahanan Wilayah
Menurut Sekretaris BPJT Ni Komang Rasminiati, kajian ulang ini mencakup evaluasi trase, biaya yang dibutuhkan, dan skema pembiayaan proyek. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran lebih mendalam dan realistis atas kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan tol tersebut. Namun, nilai akhir investasi bisa berbeda dari estimasi awal tergantung keluarnya kajian FS terbaru.
Skema KPBU dan Tahapan Lelang Proyek
Proyek jalan tol Malang-Kepanjen direncanakan akan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini akan melibatkan pihak swasta dalam pelaksanaan konstruksi dan pengelolaan setelah proses lelang dilakukan.
Hingga saat ini, BPJT belum mengumumkan daftar pihak yang sudah menyatakan minat terhadap proyek tersebut. Hal ini masih menunggu selesainya proses studi kelayakan yang sedang berlangsung. Keputusan siapa pun yang ikut dalam proses lelang akan lebih jelas setelah langkah kajian selesai.
Pandangan Pemda Kabupaten Malang
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan bahwa studi kelayakan sudah dilakukan dua kali untuk proyek tol Malang-Kepanjen. Peninjauan ulang dilakukan untuk menekan Rencana Anggaran Biaya yang sebelumnya dinilai terlalu besar, apalagi setelah adanya tekanan biaya selama masa pandemi COVID-19.
Budiar menyebut bahwa penyusunan studi kelayakan umumnya dilengkapi survei lapangan. Namun hingga kini, tim dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kemen PU yang dijadwalkan turun ke Malang belum memiliki jadwal pasti. Kondisi ini membuat percepatan proses perencanaan proyek masih tertunda.
Peran Proyek Tol bagi Konektivitas dan Ekonomi
Tol Malang-Kepanjen dipandang sebagai lanjutan dari jaringan tol nasional yang telah terbangun, terutama setelah ruas tol dari Surabaya hingga Malang beroperasi. Proyek ini dinilai berpotensi mengurangi kemacetan di jalur arteri non-tol serta membuka potensi pengembangan ekonomi di wilayah selatan Malang Raya di masa depan.
Jalur ini juga bisa menjadi akses cepat dan efisien di selatan Malang Raya, yang dikenal kaya potensi ekonomi seperti sektor pertanian dan pariwisata. Dengan begitu, pembangunan tol diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi setempat maupun regional.
Implikasi Peninjauan Ulang bagi Realisasi Proyek
Proses peninjauan ulang ini menunjukkan bahwa pemerintah masih berhati-hati dalam memastikan kelayakan investasi dan desain proyek sebelum memasuki tahap lelang dan konstruksi. Menyesuaikan investasi dengan kondisi fiskal dan kebutuhan teknis dinilai penting untuk meminimalkan risiko pembengkakan biaya di kemudian hari.
Secara historis, Tol Malang-Kepanjen masuk dalam daftar proyek prioritas nasional dan telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu, dengan panjang sekitar 30 – 33 kilometer serta menggunakan skema investasi sekitar Rp10,4 – Rp10,7 triliun dalam beberapa rencana awal.
Meski demikian, peninjauan ulang saat ini diharapkan menghasilkan angka investasi yang lebih akurat. Penyesuaian ini juga mencerminkan dinamika pasar dan perubahan kondisi biaya konstruksi yang berlangsung sejak dokumen awal dibuat pada 2021.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Proyek Tol Malang-Kepanjen terus dipantau oleh berbagai pihak karena dampaknya yang strategis. Pemda Kabupaten Malang berharap proses kajian selesai tanpa hambatan berarti sehingga proyek ini bisa segera berjalan pada tahun-tahun mendatang.
Laju pembangunan infrastruktur tol secara nasional juga terus berjalan, termasuk persiapan tambahan tol fungsional untuk mendukung mobilitas masyarakat, misalnya saat arus mudik Lebaran. Upaya tersebut menunjukkan prioritas pemerintah dalam menyempurnakan jaringan tol di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan langkah peninjauan ulang ini, pemerintah berharap bahwa nilai investasi yang dihasilkan bukan hanya realistis tetapi juga memberikan keuntungan maksimal bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemendikdasmen Ajak Sekolah Ikut Kompetisi Rukun Sama Teman, Hadiah Menarik
- Jumat, 27 Februari 2026
Indonesia dan Malaysia Fokus pada Konservasi Satwa Liar Lintas Negara
- Jumat, 27 Februari 2026
Penghulu KUA Mukomuko Ikuti Bimtek Fasilitator Bimbingan Remaja Sekolah Di Jakarta
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenag Gandeng British Council Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Tahun 2026
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wamenimipas Apresiasi 5 Kantor Imigrasi Raih Predikat WBBM Terbaik
- 27 Februari 2026
2.
3.
4.
Cek Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru di Pekanbaru 2026
- 27 Februari 2026
5.
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025
- 27 Februari 2026










.jpg)

