Menhan Tekankan Yon TP Lindungi dan Layani Masyarakat, Perkuat Keamanan dan Ketahanan Wilayah
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Komitmen TNI untuk selalu dekat dengan rakyat kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Lampung Tengah.
Dalam arahannya kepada prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan, ia mengingatkan bahwa keberadaan satuan di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi juga memastikan warga merasakan perlindungan dan pelayanan secara nyata.
Pesan itu disampaikan saat Sjafrie meninjau prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC) yang merupakan bagian dari Brigif TP 88/KBK Kodam II/Sriwijaya di Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (26/2). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran prajurit sebagai garda terdepan dalam menciptakan rasa aman di wilayah teritorialnya.
Baca JugaWamenimipas Apresiasi 5 Kantor Imigrasi Raih Predikat WBBM Terbaik
"Kehadiran satuan harus dirasakan rakyat sebagai pelindung dan pengayom. Dengan demikian, tumbuh rasa memiliki dari masyarakat terhadap TNI,” kata Sjafrie kepada para prajurit seperti dikutip siaran pers Kemenhan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa kedekatan emosional antara prajurit dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Ketika masyarakat merasa dilindungi, maka hubungan yang terjalin bukan hanya formalitas, melainkan kemitraan yang saling menguatkan.
Peran Preventif Prajurit di Tengah Masyarakat
Menurut Sjafrie, banyak langkah konkret yang dapat dilakukan prajurit Yon TP untuk memastikan lingkungan sekitar tetap aman dan kondusif. Salah satu upaya yang ditekankan adalah pelaksanaan patroli bermotor bersenjata dengan buddy system sebagai langkah preventif.
Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti aksi begal maupun peredaran narkoba. Dengan kehadiran patroli yang terorganisasi dan disiplin, potensi kejahatan dapat ditekan sejak dini.
Pendekatan preventif menjadi penting karena keamanan tidak hanya diwujudkan melalui tindakan represif, tetapi juga melalui pencegahan yang konsisten dan terukur. Dalam konteks ini, prajurit diharapkan mampu membaca situasi wilayah, mengenali potensi kerawanan, serta merespons secara cepat dan tepat.
Keberadaan patroli dengan sistem berpasangan atau buddy system juga bertujuan meningkatkan keselamatan personel sekaligus efektivitas pengawasan. Dengan pola tersebut, prajurit dapat saling mendukung dalam menjalankan tugas, sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan.
Sinergi dengan Warga Dorong Ketahanan Pangan
Selain menjaga keamanan, Sjafrie juga menyoroti pentingnya kontribusi prajurit dalam kegiatan positif yang melibatkan masyarakat. Ia mendorong agar prajurit Yon TP menggandeng warga dalam berbagai aktivitas produktif, seperti pembudidayaan perkebunan maupun pengelolaan bahan pangan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu membuka wawasan masyarakat mengenai pengelolaan sumber daya pangan secara lebih optimal. Dengan pendampingan dan keterlibatan aktif prajurit, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk memanfaatkan potensi wilayah demi kesejahteraan bersama.
Upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga mendorong perputaran roda perekonomian di tingkat lokal. Ketika kegiatan ekonomi bergerak dan masyarakat memiliki kesibukan yang produktif, potensi terjadinya tindak kriminal pun dapat ditekan.
Pendekatan teritorial yang memadukan aspek keamanan dan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi untuk menciptakan stabilitas jangka panjang. Prajurit tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang membantu membuka peluang bagi masyarakat sekitar.
Semangat Pengabdian sebagai Landasan Tugas
Di akhir kunjungannya, Sjafrie kembali mengingatkan pentingnya semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa adanya kesungguhan hati untuk mengabdi.
"Prajurit harus memiliki kemampuan, tetapi lebih dari itu harus memiliki kesanggupan untuk hadir dan mengabdi kepada rakyat, jelas Sjafrie.
Pesan tersebut menjadi penutup yang menegaskan esensi tugas prajurit Yon TP. Kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata pengabdian. Kemampuan profesional harus berjalan beriringan dengan kepedulian dan kesiapan untuk melayani.
Dengan kombinasi antara patroli preventif, sinergi pemberdayaan masyarakat, serta semangat pengabdian yang kuat, diharapkan prajurit Yon TP mampu menjadi pelindung sekaligus penggerak kemajuan di wilayah tugasnya. Arahan tersebut sekaligus menegaskan kembali komitmen TNI untuk selalu berdiri bersama rakyat, menjaga keamanan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Indonesia dan Malaysia Fokus pada Konservasi Satwa Liar Lintas Negara
- Jumat, 27 Februari 2026
Penghulu KUA Mukomuko Ikuti Bimtek Fasilitator Bimbingan Remaja Sekolah Di Jakarta
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenag Gandeng British Council Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Tahun 2026
- Jumat, 27 Februari 2026
Mendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Terintegrasi Di Seluruh Wilayah Indonesia
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wamenimipas Apresiasi 5 Kantor Imigrasi Raih Predikat WBBM Terbaik
- 27 Februari 2026
2.
3.
4.
Cek Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru di Pekanbaru 2026
- 27 Februari 2026
5.
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025
- 27 Februari 2026








.jpg)


