Minggu, 29 Maret 2026

PLN Perkuat Penerapan Energi Bersih di Perusahaan Pertambangan

PLN Perkuat Penerapan Energi Bersih di Perusahaan Pertambangan
PLN Perkuat Penerapan Energi Bersih di Perusahaan Pertambangan

JAKARTA - Dalam upaya mendukung target Net Zero Emission dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global, PT PLN (Persero) resmi memperkuat penerapan energi bersih di sektor pertambangan.

Langkah ini diambil untuk menjawab tuntutan pasar internasional yang kini mewajibkan produk hasil tambang (seperti nikel, tembaga, dan bauksit) diproduksi menggunakan energi yang rendah emisi.

Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menjaga integritas pasokan listrik yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan melalui penyediaan layanan Green Energy Certificate (REC) dan pembangunan jaringan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) langsung ke kawasan pertambangan.

Baca Juga

TOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan

Strategi Utama PLN untuk Pertambangan Hijau

Penerapan energi bersih oleh PLN di sektor ini mencakup beberapa inisiatif kunci:

Layanan Renewable Energy Certificate (REC): Memungkinkan perusahaan pertambangan untuk mengeklaim penggunaan listrik berbasis EBT secara resmi, sehingga produk mereka memiliki nilai tawar lebih tinggi di mata investor global yang peduli lingkungan.

Integrasi Jaringan Listrik EBT: Membangun transmisi yang menghubungkan sumber energi bersih (seperti PLTA, PLTS, atau PLTB) ke lokasi-lokasi smelter dan tambang di wilayah terpencil, mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mandiri.

Program Dekarbonisasi: Mendorong perusahaan tambang untuk beralih dari penggunaan alat berat berbahan bakar fosil ke teknologi berbasis listrik (electrifying mining) guna menekan emisi karbon secara drastis.

Dampak Positif bagi Industri dan Lingkungan

Sinergi antara PLN dan sektor pertambangan di tahun 2026 diprediksi memberikan dampak luas:

Meningkatkan Standardisasi Ekspor: Produk hasil hilirisasi Indonesia akan lebih mudah masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat yang menerapkan regulasi ketat terkait jejak karbon (carbon border tax).

Efisiensi Biaya Operasional: Penggunaan listrik dari jaringan PLN umumnya lebih kompetitif dan stabil dibandingkan operasional pembangkit listrik mandiri di lokasi tambang.

Pelestarian Ekosistem: Pengurangan emisi di kawasan pertambangan membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan hidup bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PNM Dorong Generasi Muda Berdaya Lewat Coaching Futsal dan Program Pemberdayaan UMKM

PNM Dorong Generasi Muda Berdaya Lewat Coaching Futsal dan Program Pemberdayaan UMKM

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret