Program CSR Bigger Dream MMSGI dan LINE Perkuat Kapasitas Murid Sekolah
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada dukungan fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan.
Pendekatan inilah yang diambil PT MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE) melalui Program CSR Bigger Dream.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas murid sekaligus memperbaiki sarana belajar. Fokusnya mencakup renovasi ruang kelas, keterlibatan relawan dari karyawan, hingga pendampingan pembelajaran yang dirancang sesuai jenjang pendidikan.
Baca Juga
PT MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE) memperkuat kapasitas murid dan fasilitas sekolah melalui Program CSR Bigger Dream, meliputi renovasi ruang belajar, kegiatan relawan, serta pendampingan pembelajaran.
"Program CSR Bigger Dream dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan pendidikan yang menekankan keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas murid," kata CEO MMSGI Sendy Greti dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Komitmen Kolaborasi dan Serah Terima Program
Dia menyampaikan MMSGI bersama Yayasan LINE menutup rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 melalui serah terima hasil program kepada Yayasan Syarif Hidayatullah di Cilincing, Jakarta Utara.
Ia menegaskan program itu sebagai komitmen pihaknya dalam pengembangan kapasitas murid melalui keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkelanjutan.
Sepanjang periode 2025 hingga awal 2026, kata Sendy Program Bigger Dream dilaksanakan melalui tiga fase yang saling terhubung. Fase pertama berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah melalui proses penyelesaian renovasi dan pembersihan area sekolah dengan dukungan MMS Land, guna menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid dan tenaga pengajar.
Tahap awal ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke program penguatan kapasitas murid. Lingkungan belajar yang layak dinilai sebagai prasyarat untuk menciptakan proses pendidikan yang efektif dan inklusif.
Penguatan Kapasitas Melalui Kegiatan Relawan
Fase kedua menitikberatkan pada kegiatan volunteering karyawan MMSGI yang dirancang sesuai jenjang pendidikan murid. Pada tahap ini, karyawan MMSGI terlibat langsung sebagai fasilitator pembelajaran.
Kegiatan itu mulai sesi storytelling untuk murid SD, bertujuan menumbuhkan keberanian bermimpi, rasa percaya diri, dan kemampuan menyampaikan ide secara sederhana.
Lalu, kelas vision board untuk murid SMP, yang mengajak murid mengenali potensi diri, menetapkan tujuan pribadi, serta memvisualisasikan rencana masa depan secara terstruktur.
Kemudian pengenalan dasar perencanaan usaha untuk murid SMK, melalui pembelajaran Business Model Canvas, guna membangun pemahaman awal tentang pola berpikir kewirausahaan dan dunia kerja.
Pendekatan berbasis jenjang ini dirancang agar materi yang diberikan relevan dengan tahap perkembangan murid. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual.
Tahap Aktualisasi dan Presentasi Murid
Fase ketiga, lanjutnya, menjadi tahap aktualisasi hasil pembelajaran, di mana murid mempresentasikan vision board, menampilkan karya seni, serta mengikuti bazar hasil karya dan rancangan usaha sederhana.
"Tahap ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri murid dalam menyampaikan gagasan," bebernya.
Secara keseluruhan, program itu melibatkan 185 karyawan MMSGI yang berpartisipasi sebagai donatur dan relawan. Keterlibatan karyawan mencakup kegiatan renovasi sekolah, fasilitasi sesi pembelajaran, pendampingan murid, hingga dukungan logistik selama program berlangsung.
Melalui kolaborasi MMSGI dan Yayasan LINE, Program Bigger Dream Fase 3 berhasil merealisasikan renovasi 10 fasilitas sekolah, yang terdiri dari delapan ruang kelas dan dua fasilitas sanitasi, guna mendukung proses belajar yang lebih sehat dan layak.
Menurutnya program itu memberikan manfaat langsung kepada 232 penerima manfaat, terdiri dari 207 murid lintas jenjang pendidikan dan 25 tenaga pengajar, serta dilengkapi dengan distribusi 232 tas sekolah dan alat tulis sebagai penunjang kegiatan belajar.
"Total nilai donasi program mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp256.377.884 di antaranya berasal dari kontribusi sukarela karyawan MMSGI," jelasnya.
Ia menambahkan program itu dirancang sebagai program CSR yang menempatkan penguatan kapasitas generasi muda sebagai investasi sosial jangka panjang.
Dukungan Yayasan dan Dampak Berkelanjutan
Ketua Yayasan LINE Muhammad Bihar menambahkan pendekatan berbasis volunteering memperkuat dampak program secara berkelanjutan.
“Keterlibatan langsung relawan menjadi pembeda utama program ini. Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir dan motivasi mereka,” kata Bihar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ari Tri Handini menilai program itu memberikan dampak nyata baik pada sarana pendidikan maupun pengembangan kapasitas peserta didik.
“Pendekatan pembelajaran melalui storytelling, vision board, dan pendampingan langsung sangat relevan bagi murid kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mulai memahami potensi serta tujuan masa depannya,” kata Ari.
Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun pola pikir dan keberanian generasi muda. Program Bigger Dream menjadi contoh sinergi antara dunia usaha dan yayasan sosial dalam menciptakan dampak pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
AI Tercanggih Diuji Soal Matematika Profesor, Hasilnya Jauh Dari Ekspektasi
- Rabu, 11 Februari 2026
Strategi Besar Nebius: Akuisisi Tavily Tingkatkan Pencarian Real-Time Agen AI
- Rabu, 11 Februari 2026
Strategi Konsumsi Protein dari Dokter Selama Ramadan untuk Pertahankan Massa Otot Tubuh
- Rabu, 11 Februari 2026










.jpeg)

