Jumat, 06 Februari 2026

Grab Tambah Saham Super Bank Kepemilikan Naik Menjadi 13,23 Persen

Grab Tambah Saham Super Bank Kepemilikan Naik Menjadi 13,23 Persen
Grab Tambah Saham Super Bank Kepemilikan Naik Menjadi 13,23 Persen

JAKARTA - Langkah ekspansi Grab di sektor jasa keuangan Indonesia kembali berlanjut. 

Perusahaan teknologi berbasis aplikasi ini tercatat kembali menambah kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melalui serangkaian transaksi pembelian saham di pasar. Aksi korporasi tersebut mempertegas komitmen jangka panjang Grab dalam memperkuat eksistensinya di industri perbankan digital nasional.

Penambahan saham ini dilakukan dalam rentang waktu relatif singkat, yakni selama dua pekan terakhir. Grab, melalui entitas investasinya A5-DB Holdings Pte. Ltd., melaksanakan pembelian saham SUPA secara bertahap dalam beberapa hari perdagangan. Strategi akumulasi ini menunjukkan pendekatan investasi yang terukur, bukan pembelian tunggal dalam jumlah besar.

Baca Juga

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Berdasarkan data keterbukaan informasi, total saham SUPA yang diborong Grab sepanjang periode 27 Januari hingga 5 Februari 2026 mencapai 724,17 juta saham. Dengan transaksi tersebut, porsi kepemilikan Grab di Super Bank meningkat signifikan dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemegang saham strategis.

Rincian Transaksi Pembelian Saham

Pembelian saham SUPA oleh Grab dilakukan melalui tujuh transaksi terpisah dengan harga yang bervariasi, menyesuaikan kondisi pasar. Pada 27 Januari 2026, Grab membeli 70,68 juta saham SUPA dengan harga Rp 1.038 per saham. Sehari berselang, tepatnya 28 Januari 2026, Grab kembali mengoleksi 76,8 juta saham di harga Rp 927.

Aksi akumulasi berlanjut pada 30 Januari 2026, saat Grab membeli 62 juta saham SUPA dengan harga Rp 960. Memasuki awal Februari, transaksi kembali dilakukan pada 2 Februari 2026 dengan pembelian 77 juta saham di harga Rp 846.

Selanjutnya, pada 3 Februari 2026, Grab menambah kepemilikan dengan membeli 150,3 juta saham SUPA di harga Rp 892. Sehari kemudian, pada 4 Februari 2026, Grab memborong 185,27 juta saham di harga Rp 909. Rangkaian pembelian tersebut ditutup pada 5 Februari 2026 dengan transaksi sebesar 102,12 juta saham di harga Rp 937.

Jika dijumlahkan, total dana yang digelontorkan Grab untuk seluruh pembelian saham SUPA tersebut mencapai Rp 667,39 miliar. Nilai ini mencerminkan keseriusan Grab dalam menempatkan Super Bank sebagai bagian penting dari strategi investasinya.

Kepemilikan Saham Meningkat Signifikan

Dengan rangkaian transaksi tersebut, kepemilikan Grab di PT Super Bank Indonesia Tbk mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebelumnya, Grab tercatat memiliki 3,76 miliar saham SUPA atau setara dengan 11,1% hak suara.

Setelah pembelian tambahan, total saham yang dimiliki Grab meningkat menjadi 4,48 miliar saham. Porsi kepemilikan tersebut setara dengan 13,23% hak suara di Super Bank. Kenaikan ini menempatkan Grab dalam posisi yang semakin strategis dalam struktur kepemilikan perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis, 5  Februari 2026, seluruh pembelian saham SUPA yang dilakukan Grab bertujuan untuk investasi. Hal ini mengindikasikan bahwa Grab melihat potensi jangka panjang dari kinerja dan prospek bisnis Super Bank Indonesia.

Pergerakan Saham SUPA di Pasar

Seiring dengan aksi akumulasi saham oleh Grab, pergerakan saham SUPA di pasar menunjukkan dinamika tersendiri. Pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026), saham SUPA ditutup menguat 2,76% secara harian di level Rp 930.

Namun, pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, saham SUPA justru terkoreksi. Saham bank digital tersebut dibuka di harga Rp 895 atau turun 3,76% secara harian. Koreksi ini mencerminkan respons pasar jangka pendek yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aksi ambil untung investor setelah kenaikan sebelumnya.

Meski demikian, fluktuasi harga saham dalam jangka pendek dinilai wajar, terutama pada saham sektor perbankan digital yang cenderung sensitif terhadap sentimen pasar. Aksi pembelian berulang oleh investor strategis seperti Grab tetap menjadi sinyal positif bagi prospek jangka panjang perusahaan.

Kinerja Keuangan Super Bank

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan Super Bank Indonesia menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hingga November 2025, SUPA berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 122,4 miliar. Capaian ini menjadi pembalikan kondisi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana SUPA masih mencatatkan rugi sebesar Rp 388 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan pengelolaan operasional yang mulai membuahkan hasil. Transformasi model bisnis serta fokus pada segmen perbankan digital menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kinerja keuangan.

Kondisi ini turut memperkuat alasan bagi investor, termasuk Grab, untuk meningkatkan eksposur investasinya di Super Bank. Dengan fundamental yang membaik dan dukungan pemegang saham strategis, Super Bank dinilai memiliki peluang untuk terus tumbuh di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.

Strategi Investasi Jangka Panjang

Aksi penambahan saham SUPA oleh Grab tidak dapat dilepaskan dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem layanan keuangan. Sebagai perusahaan teknologi dengan basis pengguna yang besar, Grab memiliki potensi sinergi yang luas dengan layanan perbankan digital.

Melalui kepemilikan saham yang semakin besar, Grab berpeluang memperkuat kolaborasi bisnis dengan Super Bank, baik dari sisi teknologi, distribusi, maupun pengembangan produk keuangan. Pendekatan investasi ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan teknologi mulai memperluas perannya di sektor keuangan.

Dengan meningkatnya kepemilikan menjadi 13,23%, Grab menegaskan posisinya sebagai investor strategis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada pertumbuhan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menambah kepercayaan pasar terhadap arah bisnis Super Bank Indonesia ke depan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI