Kamis, 05 Februari 2026

Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Global Terkini

Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Global Terkini
Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Global Terkini

JAKARTA - Tekanan eksternal kembali membayangi pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Kamis 5 Februari 2026. 

Mata uang Garuda diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini tidak terlepas dari kombinasi sentimen global yang sedang berkembang, mulai dari penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat yang masih menjadi perhatian pelaku pasar keuangan.

Pada penutupan perdagangan Rabu 4 Februari 2026, rupiah tercatat melemah 23 poin ke level Rp16.776 per dolar AS. Pelemahan tersebut mencerminkan kehati-hatian investor dalam menyikapi dinamika global yang semakin kompleks. Dengan kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp16.770 hingga Rp16.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Baca Juga

Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Tekanan Global Membayangi Pergerakan Rupiah

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap rupiah. Indeks dolar AS mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah eskalasi ketegangan geopolitik. Situasi global yang belum sepenuhnya stabil membuat pelaku pasar cenderung menempatkan dana pada mata uang yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa sentimen global masih menjadi penekan utama rupiah. Ia menilai pasar keuangan global tengah dibayangi kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memicu penguatan dolar AS dan berdampak langsung pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketegangan Amerika Serikat Dan Iran Jadi Sorotan

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat setelah militer AS dilaporkan menembak jatuh sebuah drone Iran. Drone tersebut disebut bergerak agresif mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan strategis tersebut.

Situasi tersebut diperparah dengan sikap Iran dalam proses diplomasi. Iran menuntut agar pembicaraan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pekan ini digelar di Oman, bukan di Turki. Selain itu, Iran juga membatasi agenda pembahasan hanya pada isu nuklir. Langkah ini dinilai memperumit proses negosiasi yang sebelumnya sudah berjalan alot dan penuh ketidakpastian.

Respons Pasar Terhadap Risiko Geopolitik

Pelaku pasar global terus mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran sebagai salah satu faktor risiko utama. Ketidakpastian geopolitik cenderung mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Akibatnya, arus modal bergerak menuju instrumen yang lebih aman, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Dampak dari kondisi ini terasa di pasar valuta asing, di mana mata uang negara berkembang mengalami tekanan. Rupiah, sebagai salah satu mata uang emerging market, tidak luput dari sentimen negatif tersebut. Fluktuasi nilai tukar pun menjadi sulit dihindari dalam jangka pendek, seiring pasar terus menunggu kejelasan arah geopolitik global.

Data Ekonomi Amerika Serikat Perkuat Dolar

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga ditopang oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang solid. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur dari Institute for Supply Management melonjak signifikan ke level 52,6 pada Januari, dibandingkan 47,9 pada Desember. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar dan menandakan ekspansi sektor manufaktur AS.

Sementara itu, PMI Manufaktur Global versi S&P juga menunjukkan peningkatan, meski lebih terbatas. Indeks ini naik menjadi 52,4 dari sebelumnya 51,9. Serangkaian data positif tersebut memperkuat persepsi bahwa perekonomian AS masih berada dalam kondisi cukup kuat, sehingga mendukung penguatan dolar di pasar global.

Ekspektasi Kebijakan The Fed Masih Menjadi Penentu

Data ekonomi yang solid membuat pasar kembali menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Bank sentral AS dinilai masih memiliki ruang untuk bersikap hati-hati sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter. Pada pertemuan Januari, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Juni 2026 diperkirakan berada di kisaran 66 persen. Meski peluang tersebut masih cukup besar, pasar tetap mencermati setiap sinyal dari pejabat The Fed terkait arah kebijakan selanjutnya. Ketidakpastian ini turut memengaruhi pergerakan rupiah yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas. Pelaku pasar domestik diharapkan tetap mencermati perkembangan global dan menjaga kewaspadaan, mengingat dinamika eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Diversifikasi Aset: 8 Instrumen Investasi Terbaik 2026 untuk Cuan Maksimal

Strategi Diversifikasi Aset: 8 Instrumen Investasi Terbaik 2026 untuk Cuan Maksimal

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Strategi Investasi Saham Terbaik Hari Ini 5 Februari 2026

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Strategi Investasi Saham Terbaik Hari Ini 5 Februari 2026

Bank Nagari Tegaskan Perannya: Kredit UMKM Dominan, Tantangan, dan Harapan

Bank Nagari Tegaskan Perannya: Kredit UMKM Dominan, Tantangan, dan Harapan

Harga Emas Antam Hari Ini 5 Februari 2026 Perlu Dipantau Investor

Harga Emas Antam Hari Ini 5 Februari 2026 Perlu Dipantau Investor

Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Lengkap

Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Lengkap