Roy Keane Tegaskan MU Harus Cari Pelatih Lebih Besar Daripada Carrick
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Pendapat Roy Keane tentang masa depan Michael Carrick sebagai manajer permanen Manchester United kini jadi sorotan tajam di dunia sepak bola. Keane tak berada di gelombang optimisme yang sama dengan sebagian fans dan komentator yang melihat performa awal Carrick sebagai tanda positif. Menurutnya, meskipun Carrick sukses dalam dua laga besar awalnya, itu bukan alasan cukup kuat untuk menunjuknya sebagai manajer jangka panjang di Old Trafford.
Roy Keane: Evaluasi Lebih Dari Dua Kemenangan
Roy Keane, legenda Manchester United sekaligus komentator sepak bola, menyampaikan kritik tegas terhadap kemungkinan Manchester United menjadikan Michael Carrick sebagai manajer permanen. Meskipun Carrick membawa MU menang atas Manchester City dan Arsenal, Keane menilai hal itu bukan indikator cukup kuat untuk mempercayakan kursi manajer jangka panjang kepadanya.
Baca JugaPilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026
Keane secara eksplisit mengatakan bahwa bahkan jika MU finis di posisi keempat atau bahkan memenangkan semua sisa pertandingan musim ini, dia tidak akan mendukung Carrick diangkat menjadi manajer tetap. Pernyataan itu mencerminkan keraguan mendalamnya terhadap kesiapan Carrick dalam menangani tantangan besar klub sebesar United.
Menurut Keane, permukaan yang baik dalam dua laga awal tidak cukup untuk menggambarkan kemampuan seorang manajer menghadapi tekanan musim panjang, kompetisi gelar liga, serta tuntutan taktis yang tinggi.
Pengalaman vs Performa Cepat: Apa Yang Kurang?
Keane memberi penekanan kuat pada pengalaman sebagai aspek penting dalam memilih manajer permanen. Ia menganggap bahwa menangani laga-laga besar dalam beberapa pekan saja bukanlah pembuktian yang memadai untuk kursi panas di Old Trafford.
Dalam pandangannya, Manchester United butuh seseorang yang tidak hanya piawai dalam memotivasi pemain dalam beberapa pertandingan, tetapi juga punya rekam jejak panjang dalam memenangkan gelar bergengsi seperti Liga Inggris atau kompetisi Eropa. Pengalaman itu, menurutnya, membedakan seorang manajer kelas dunia dari sekadar pilihan cepat.
Gary Neville, mantan rekan setim Keane, turut berbicara sejalan bahwa Carrick, meski punya potensi, mungkin akan lebih baik belajar di bawah manajer berpengalaman sebelum diberikan tanggung jawab penuh sebagai manajer klub sebesar United. Hal ini juga mencerminkan keinginan untuk tidak mengulangi pengalaman masa lalu ketika klub menunjuk pelatih tanpa persiapan matang.
Reaksi Fans dan Lingkungan Sepak Bola
Komentar Keane memicu reaksi beragam dari komunitas sepak bola global. Di satu sisi, sebagian fans merasa bahwa Carrick layak mendapat kesempatan jika dapat mempertahankan performa positif, bahkan sampai finish dalam empat besar. Mereka berpendapat bahwa momentum yang dibangun Carrick harus dihargai, mengingat dia adalah legenda klub yang memahami budaya Manchester United.
Namun, ada juga suara fanatik yang mendukung pandangan Keane, menegaskan bahwa klub seharusnya berpikir realistis dan tidak hanya mengikuti euforia dua kemenangan besar itu. Beberapa menyebut bahwa memberikan jabatan permanen kepada Carrick setelah periode singkat meski hasilnya menarik, tetap beresiko tinggi dan bisa jadi keputusan yang terburu-buru.
Komentar-komentar di forum sepak bola online bahkan memperlihatkan bahwa banyak fans memiliki opini kuat tentang masa depan Carrick, baik yang pro maupun kontra. Ini menunjukkan seberapa besar tekanan serta ekspektasi yang melekat pada manajer Manchester United, sebuah posisi yang tidak hanya soal taktik tetapi juga manajemen ekspektasi publik dan media.
Evaluasi Klub Hingga Musim Panas
Sementara pendapat Keane keras dan tajam, Manchester United sendiri belum memilih arah secara permanen. Manajemen klub dikabarkan akan menunggu hingga akhir musim untuk mengevaluasi kinerja Carrick dan opsi lainnya sebelum memutuskan siapa manajer permanen musim depan.
Keputusan ini dinilai realistis oleh sebagian pihak, mengingat sisa musim yang penuh dengan tantangan dan pentingnya stabilitas di kursi kepelatihan. Man United tidak ingin terburu-buru membuat perubahan besar yang bisa berdampak buruk secara jangka panjang.
Keputusan klub untuk menunda keputusan permanen juga mencerminkan cara berpikir strategis: menilai performa pelatih interim dalam berbagai situasi taktikal dan psikologis, bukan hanya menilai hasil dua pertandingan besar saja.
Kritik vs Realitas Klub
Kritik Roy Keane terhadap kemungkinan Michael Carrick menjadi manajer permanen Manchester United menggarisbawahi perdebatan klasik di sepak bola: antara memberikan peluang bagi pelatih muda yang sukses cepat berdasarkan hasil instan, atau memilih sosok dengan pengalaman panjang dan rekam jejak juara yang sudah teruji.
Keane berada pada kubu yang lebih konservatif, menekankan bahwa United memerlukan figur “lebih besar dan lebih bagus” daripada opsi internal jangka pendek. Klub kini ada di persimpangan antara kepercayaan pada potensi Carrick sebagai bagian dari identitas Manchester United, atau mencari sosok ekstensif yang disiapkan untuk tantangan besar dalam beberapa musim ke depan.
Bagaimanapun hasilnya nanti, perdebatan ini mencerminkan bagaimana setiap keputusan besar di klub sebesar Manchester United selalu menjadi sorotan bukan hanya di Inggris, tetapi di seluruh jagad sepak bola.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
- Kamis, 05 Februari 2026
Real Madrid Selalu Aman Saat Penalti, Catatan Impresif Sepanjang Musim 2025 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Menu Diet Sehat Seminggu Mudah Dibuat agar Nutrisi Tubuh Tetap Terjaga
- Kamis, 05 Februari 2026
Waktu Terbaik Minum Vitamin Agar Tubuh Menyerap Nutrisi Lebih Maksimal
- Kamis, 05 Februari 2026













